- Universitas Negeri Yogyakarta sedang menelusuri dugaan keterlibatan dua alumni, Rivaldy Fajar dan Prihantini, dalam kasus pemalsuan riset.
- Pihak kampus mengonfirmasi data alumni tersebut, namun masih memverifikasi kebenaran identitas mereka dengan sosok yang sedang viral.
- UNY menunggu hasil klarifikasi sebelum memutuskan tindakan etik lebih lanjut karena belum menerima laporan resmi terkait kasus.
Suara.com - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) masih menelusuri keterkaitan dua nama alumninya yang ramai disebut dalam dugaan pemalsuan riset untuk memperoleh travel grant atau fasilitas perjalanan ke luar negeri.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto, mengatakan hasil pengecekan awal menunjukkan nama Rivaldy Fajar dan Prihantini memang tercatat sebagai alumni kampus tersebut.
Namun, UNY belum dapat memastikan apakah keduanya merupakan sosok yang sedang menjadi sorotan di media sosial.
"Kalau atas nama dua itu, kami tadi melakukan penelusuran, memang benar sebagai alumni," kata Nur saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Menurut Nur, kesamaan nama dalam database kampus tidak otomatis membuktikan identitas individu yang dikaitkan dengan dugaan pelanggaran tersebut.
"Dua nama itu memang ada di database kami, tapi kami enggak tahu namanya itu sama atau tidak (dengan yang sedang viral), kan kami enggak tahu," ujarnya.
Berdasarkan data akademik, Rivaldy Fajar tercatat sebagai lulusan Program Studi S1 Matematika tahun 2017. Sementara Prihantini merupakan lulusan S1 Matematika yang menyelesaikan studinya pada 2018.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan masih melakukan verifikasi dan klarifikasi kepada pihak terkait sebelum mengambil kesimpulan apa pun.
"Itu kan masih kami dalami dulu, kami tabayyun dulu, kami klarifikasi ke yang bersangkutan," ucap Nur.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin
UNY juga mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan pemalsuan riset yang ramai diperbincangkan tersebut. Karena itu, kampus belum dapat memberikan penilaian maupun menjatuhkan langkah etik.
"Kami nggak berhak untuk menjudge ini benar atau ini salah atau seperti apa. Nah nanti kalau memang kondisinya benar atau salah baru setelah itu kami melangkah," katanya.
Nur menambahkan, apabila identitas telah dipastikan dan ditemukan adanya pelanggaran yang melibatkan alumni UNY, kampus akan menindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk kemungkinan membawa perkara tersebut ke komite etik.
"Nanti kalau sudah ada jawaban dari beliau berdua, klarifikasi jelas, baru kami masukkan, entah nanti ke komite etik atau seperti apa, karena tergantung hasilnya nanti," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna