Beredar kabar mengenai Menteri Sosial Tri Rismaharini terseret ke dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) DKI Jakarta.
Dalam kabar ini disebutkan pula jika nama kader PDI Perjuangan tersebut bisa terendus karena pengakuan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Informasi mengenai terseretnya Tri Rismaharini dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos tersebut disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube JURNAL POLITIK pada Minggu (15/1/2023).
Dalam unggahannya kanal YouTube ini menuliskan narasi sebagai berikut.
"BREAKING NEWS ~ ANIES BUKTIKAN SEMUANYA!! MENSOS TERSERET!!"
"ANIES BONGKAR SEMUANYA BUKAN CUMA BERAS, TERNYATA UANG MILYARAN JUGA."
Selain itu, dalam thumbnail video yang dibagikan, terlihat foto Tri Rismaharini sedang berdiri di samping Presiden Joko Widodo. Tampak pula beberapa anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menghadang Menteri Sosial tersebut.
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Baca Juga: CEK FAKTA: SBY dan AHY Tak Terima Lukas Enembe Ditangkap KPK, Benarkah?
Berdasarkan penelusuran, klaim Anies Baswedan seret nama Tri Rismaharini dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos DKI Jakarta adalah tidak benar.
Faktanya, dalam video berdurasi 8 menit 12 detik ini berisi mengenai beberapa potongan video dari beberapa kanal YouTube milik Anies Baswedan dan Refly Harun.
Selain itu, narator dalam video ini hanya menarasikan artikel berjudul Dinsos DKI Jawab Isu Liar soal Dana Bansos Tahun 2020 yang diunggah media Kumparan.com dan artikel berjudul Soroti Dugaan Korupsi Bansos DKI Era Anies, Musni Umar Seret Nama Ahok: Sangat Aneh yang diunggah oleh NewWorthy.
Terlepas dari isi video itu, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai kabar keterlibatan Anies Baswedan dan Tri Rismaharini dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos DKI Jakarta.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Anies Baswedan seret nama Tri Rismaharini dalam kasus dugaan korupsi dana Bansos DKI Jakarta adalah keliru.
Informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.
Tag
Berita Terkait
-
Pantas Kerap Serang Anies, Fahri Hamzah cs Ternyata Ingin Nyapres? Diskakmat Refly Harun: PD Boleh, tapi...
-
Segini Harta Kekayaan M Taufik, Anggota DPRD DKI yang Digeledah KPK
-
Ruang Ketua DPRD DKI Prasetio Ikut Digeledah KPK Bersama Sejumlah Fraksi Lain
-
CEK FAKTA: SBY dan AHY Tak Terima Lukas Enembe Ditangkap KPK, Benarkah?
-
CEK FAKTA: KPK Geledah Rumah Anies Baswedan Terkait Dugaan Korupsi Bansos, Benarkah?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026