/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 08:25 WIB
Kolase foto Airlangga Hartarto, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan. (Suara.com/Bagaskara/Alfian Winanto)

Manuver politik Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menjadi sorotan publik. Pasalnya Kang Emil kini sudah resmi bergabung dengan Partai Golkar, bahkan langsung mendapat posisi mentereng sebagai wakil ketua umum.

Namun bukan hanya langkah Partai Golkar merekrut Kang Emil yang disorot pengamat politik Rocky Gerung, melainkan juga manuver partai beringin di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) jelang Pemilu 2024.

Menurut Rocky, KIB sudah di ambang perpecahan sejak Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato yang dinilai menyentil Presiden Joko Widodo di HUT ke-50 PDIP.

"KIB Sebenarnya sudah berantakan setelah Ibu Mega katakan no pada Ganjar, mereka ini sudah bubar sebenarnya," kata Rocky di kanal YouTube-nya, dikutip pada Jumat (20/1/2023).

Karena itulah Rocky menilai ada potensi hengkangnya partai-partai penyusun KIB, tak terkecuali Partai Golkar yang merupakan partai terbesar di antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Namun menariknya, dikatakan Rocky, Golkar mungkin akan mempertimbangkan bergabung dengan Koalisi Perubahan. Koalisi ini sendiri sedianya akan dibentuk oleh Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Anies Baswedan.

"Kita tahu secara ideologis Golkar, Demokrat, NasDem kan sama akarnya ‘beringin’ semua. Jadi tinggal bikin koalisi ‘Mantan Beringin Plus PKS’, jadi selesai itu," ujar Rocky.

"Paling tidak di publik terlihat sudah secara mental Golkar punya kepercayaan diri bersama NasDem-Demokrat dan PKS yang partai islam," sambungnya.

Menurut Rocky, ketigia partai "mantan beringin" ini kuat di bidang teknokratis, sementara PKS berlandaskan pada nilai etik keadilan.

Baca Juga: Digitalisasi Data Kesehatan Indonesia, Tulisan Dokter Susah Terbaca Nasibnya Bagaimana?

"Kombinasi yang bagus juga, Kekaryaan itu ada di NasDem-Golkar-Demokrat, inti pembangunan secara teknokratik. Lalu ada politik yang sifatnya etis dan moral ada di PKS yang selalu menuntut keadilan. Sudah pas ini koalisi teknokrat dan politik keadilan," tandas Rocky.

Namun mungkinkah Partai Golkar akan bergabung dengan Koalisi Perubahan? Tentu saja manuver ini patut untuk dinantikan di masa depan, mengingat Koalisi Perubahan-nya sendiri malah diisukan akan karam sebelum berlayar dengan skenario "menusuk dari belakang" buatan Partai NasDem.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More