Kapal tanker TNI AL, KRI Bontang 907 telah mengusir kapal China yang dijuluki Monster dari sekitar Laut Natuna Utara pada pekan ini.
Kapal CCG-5901 milik Penjaga Pantai China, yang dijuluki Monsters, diketahui sudah mondar-mandir di sekitar Laut Natuna Utara sejak 30 Desember 2022 lalu. Kapal itu terutama mendekati ladang gas Blok Tuna milik Indonesia.
Operasi ini diumumkan KRI Bontang 907 di akun Instagram resminya pada Jumat (20/1/2023). Operasi itu sendiri berlangsung sehari sebelumnya pada Kamis.
"KRI Bontang-907 dalam pelayaran melaksanakan Ops. Tombak Segara-23 dibawah Kodaltis Danguspurla Koarmada I menuju sektor patroli yang sudah diberikan, mendapatkan informasi tentang keberadaan kapal China Coast Guard/ CCG-5901 melintas sekitar 153 NM Timur Laut Pulau Bunguran (sebelah Timur garis batas landas kontinen Indonesia-Malaysia)," bunyi keterangan KRI Bontang yang menyertai video di Instagram.
"Setelah berhasil mendeteksi keberadaan CCG 5901, KRI Bontang-907 bergerak mendekati untuk kemudian melakukan shadowing sampai kapal China tersebut bergerak menjauh sekitar 33 NM dari landas kontinen Indonesia-Malaysia," terang KRI Bontang.
Dalam operasi itu, KRI Bontang turut didukung oleh pesawat udara P-8203 jenis NC212 milik TNI AL.
Meski bertugas sebagai kapal tanker atau pemasok BBM, KRI Bontang dilengkapi dengan sejumlah senjata. Antara lain adalah sepasang meriam kaliber 20 mm dan sepasang senapan mesin berkaliber 12,7 mm.
Monster China di Laut Natuna Utara
Sebelumnya diwartakan bahwa kapal patroli China CCG 5901 sudah terdeteksi di Laut Natuna Utara sejak 30 Desember 2022.
Menurut Reuters, CCG 5901 sering melintas dekat ladang gas milik Indonesia dan ladang gas Vietnam.
Kemunculan CCG 5901 di Laut Natuna Utara tak lama setelah Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc mencapai kesepakatan terkait ZEE di Laut China Selatan. Kesepakatan itu diraih setelah negosiasi selama 12 tahun.
Sementara pada awal Januari ini, pemerintah sudah menyepakati rencana pengembangan ladang gas Blok Tuna di Laut Natuna Utara dengan perusahaan asal Inggris.
Dipantau TNI AL
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali pada pertengahan Januari mengatakan TNI juga sudah mengerahkan kapal perang, pesawat patroli dan drone untuk memantau pergerakan Monster China itu di sekitar Natuna.
"Kapal China itu belum melakukan aktivitas yang mencurigakan. Tetapi kami harus terus mengawasinya, karena dia pernah beberapa kali masuk ke ZEE Indonesia," terang Ali.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri juga mengetahui tentang keberadaan kapal patroli terbesar China di Laut Natuna Utara. Kemlu bilang setiap kapal asing, sesuai hukum internasional, diizinkan melintasi Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) setiap negara, asal tidak melakukan aktivitas ekonomi.
“Selama mereka tidak melakukan aktivitas yang mengganggu hak daulat kita, hal itu masih dibolehkan dalam kerangka aturan hukum internasional karena yang melintas bukan hanya kapal China, tetapi juga ada kapal lain,” kata Jubir Kemlu Teuku Faizasyah, Kamis.
Sebelumnya Bakamla juga sudah mengirim kapal patroli terbesarnya KN Tanjung Datu untuk mengusir CCG 5901 dari Laut Natuna Utara.
Ketegangan di Natuna
Pada 2021 lalu sempat terjadi ketegangan di sekitar ladang gas Blok Tuna antara kapal patroli Indonesia dan China. Ketegangan terjadi setelah kapal pengeboran gas asal Prancis yang ditugaskan Indonesia tiba di Laut Natuna Utara pada akhir Juni, untuk melakukan eksplorasi.
Sebuah kapal patroli China segera mendekati lokasi tersebut, tetapi dibayang-bayangi oleh sebuah kapal patroli Bakamla.
Pemerintah China memprotes pengeboran tersebut. Beijing mengklaim pengeboran dilakukan di wilayahnya dan mulai mengirim kapal-kapal patrolinya ke lokasi tersebut sejak Agustus 2021.
Tetapi pada 25 September 2021, kapal induk Amerika Serikat USS Ronald Reagan juga ikut bergabung dalam ketegangan tersebut. Empat kapal perang China tak lama kemudian juga ikut berkumpul di sekitar lokasi tersebut.
Ketegangan antara kapal Indonesia dan kapal-kapal perang China itu mulai mereda setelah pengeboran rampung pada November 2021.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus