/
Minggu, 22 Januari 2023 | 15:53 WIB
Ridwan Kamil dan Anies Baswedan ([Kolase])

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kini resmi berlabuh dan menjadi kader Partai Golongan Karya (Golkar).

Bergabungnya Ridwan Kamil ke Golkar itu disoroti berbagai pihak, salah satunya adalah pengamat politik Hendri Satrio.

Hendri menilai bahwa Ridwan Kamil saat ini tengah mengincar tiket calon wakil presiden melalui Partai Golkar.

Dia juga menduga bahwa Ridwan Kamil berpikir bahwa Golkar bisa mengantarkannya ke kontestasi pemilu 2024 mendatang.

"Menurut Ridwan Kamil, mungkin ya Golkar bisa mengantarkan dia menuju sebuah jabatan politik calon wakil presiden, calon wakil presiden dulu," tutur Hendri Satrio dikutip melalui kanal tvOne, Minggu (22/01/2023).

Hendri menyampaikan bahwa alasan Golkar memilih Ridwan Kamil pun karena dipengaruhi dengan pilihan NasDem yang memutuskan mengusung Anies Baswedan.

Hal itu sehubungan dengan perhitungan politik dimana lumbung suaranya berada di Jawa Barat.

"Nah kemudian, kenapa Golkar memilih Ridwan Kamil. Tentu saja Golkar berhitung secara politik nama Anies Baswedan yang diusung oleh NasDem sebagai calon presiden, ini lumbung suaranya ada di Jawa Barat," terang Hendri.

Sebab, apabila Golkar tak memilih Ridwan Kamil yang setara dengan Anies, maka suara mereka bisa tergerus oleh NasDem.

Baca Juga: Ditemani Jan Ethes, Jokowi dan Iriana Joko Widodo Jalan Sehat Bersama Warga Solo

"Sehingga kalau tidak dicari kesetaraannya lawan tandingnya bisa-bisa suara Golkar tergerus oleh NasDem," sambungnya.

Menurut Hendri, bergabungnya Ridwan Kamil ke Golkar dan partai beringin itu memilih sang Gubernur Jabar karena saling membutuhkan satu sama lain.

"Jadi ini sama-sama membutuhkan lah," tandasnya.

Sementara itu, pengamat politik Sholeh Basyari menilai Golkar akan mendapatkan keuntungan dengan bergabungnya Kang Emil ke Golkar. Keuntungan tersebut didapat dari sosok Kang Emil yang merupakan representasi dari tatar Sunda.

"Paling tidak, mungkin Golkar melihat pertama Ridwan Kamil itu adalah representasi dari tatar Sunda," ujar Sholeh seperti dikutip melalui tayangan kanal YouTube tvOneNews pada Minggu (22/1/2023).

Direktur CSIIS ini lantas membeberkan bahwa masyarakat Jawa Barat sangat kental dengan ideologi Islam kanan, yang mana membuat PDI Perjuangan bahkan Golkar tak mampu meraup suara di Tanah Sunda.

Load More