- BCA berencana menambah jaringan kantor cabang hingga 1.270 unit pada akhir 2025 guna perluasan layanan di wilayah belum terjangkau.
- Kantor cabang tetap penting untuk transaksi kompleks dan bernilai besar, meskipun 99% transaksi nasabah telah digital.
- BCA fokus pada peningkatan efisiensi layanan melalui digitalisasi tanpa berencana mengurangi jumlah karyawan saat ini.
Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tetap akan fokus menambah jaringan kantor cabang pada 2026, meski transaksi digital kini semakin masif. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan BCA ke wilayah yang belum terlayani.
Senior Vice President Operation Strategy & Development BCA, Setiady Lo mengungkapkam, kantor cabang BCA setiap tahunnya terus bertambah hingga mencapai 1.270 unit pada akhir 2025.
Capaian tersebut terjadi di saat sebagian besar bank justru mengurangi jaringan fisik akibat percepatan digitalisasi.
"Kondisi industri memang bergerak ke arah digital, tetapi bagi BCA kantor cabang tetap memiliki peran penting, terutama untuk layanan yang memerlukan sentuhan fisik dan transaksi kompleks. Karena itu, komitmen kami menambah cabang masih solid, khususnya di wilayah yang belum terlayani," ujarnya seperti dikutip, Jumat (6/2/2026).
BCA mencatat, dari sisi jumlah, sekitar 99 persen transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital seperti mobile banking dan internet banking.
Meski demikian, kontribusi kantor cabang dari sisi nilai transaksi masih signifikan, yakni di atas 30 persen, terutama untuk transaksi bernilai besar dan layanan yang bersifat kompleks.
“Segmen nasabah yang mendatangi cabang tetap beragam, mulai dari nasabah mass hingga high net worth. Untuk transaksi bernilai besar, cabang masih menjadi kanal utama,” ujarnya.
Ke depan, penambahan kantor cabang BCA akan difokuskan ke wilayah Indonesia Timur serta kota-kota yang belum memiliki jaringan BCA. Di sisi lain, perseroan juga tetap melakukan penataan jaringan dengan menggabungkan atau menutup cabang yang lokasinya berdekatan demi meningkatkan efisiensi operasional.
Komitmen memperluas akses layanan juga tercermin dari jaringan ATM. Jumlah ATM BCA kini telah melampaui 20 ribu unit, naik dari sekitar 18 ribu unit pada 2021, dan masih akan terus ditambah untuk menjangkau wilayah baru.
Baca Juga: Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
Setiady menambahkan, BCA telah melakukan digitalisasi hampir di seluruh proses layanan kantor cabang, mulai dari pembukaan rekening hingga transaksi keuangan. Salah satu inovasi yang kini diandalkan adalah CS Digital, yang memungkinkan nasabah mengganti kartu ATM secara mandiri dalam waktu kurang dari lima menit.
"Digitalisasi membuat proses layanan jauh lebih efisien. Beberapa aktivitas yang sebelumnya membutuhkan waktu manual kini bisa dipangkas hingga 50–90 persen. Ini memberi ruang bagi frontliner untuk fokus pada layanan bernilai tambah, bukan menggantikan peran mereka," kata Setiady.
Meski efisiensi meningkat, BCA menegaskan tidak memiliki rencana mengurangi jumlah karyawan. Dengan jumlah nasabah yang terus tumbuh mendekati 40 juta, kebutuhan akan layanan tetap tinggi.
"Fokus kami bukan mengurangi tenaga kerja. Digitalisasi justru membantu agar karyawan dapat melayani lebih banyak nasabah tanpa kehilangan kualitas," tegasnya.
Adapun untuk ekspansi ke luar negeri, BCA saat ini masih memilih fokus memperkuat pasar domestik. Sementara bagi nasabah diaspora, layanan tetap dapat diakses melalui kanal digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
-
BRI Perkuat CSR Lewat Aksi Bersih-Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia ASRI
-
Daftar 6 Proyek Hilirisasi yang Digarap Danantara Mulai Hari Ini
-
Free Float BRIS Masih 10 Persen, Bos BSI Akui Jadi Sorotan
-
Emiten Komponen Otomotif RI Bidik Pasar Ekspor Timur Tengah
-
Alasan Stok BBM Shell Masih Kosong: ESDM Belum Terbitkan Rekomendasi Impor
-
21 Hunian Sementara Jadi Titik Awal Warga Aceh Bangkit Pascabencana
-
IHSG Ditutup Tersungkur 2,08 Persen, 673 Saham Merosot