Beredar kabara bahwa Gubernur Papua Lukas Enembe turut menyeret nama mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kasus suap di Papua.
Dalam klaim tersebut, Lukas Enembe disebut enggan berada di penjara sendirian. Kabar tersebut dibagikan dan diunggah oleh akun di jejaring media sosial Facebook. Thumbnail video memperlihatkan Lukas Enembe dan SBY dengan sejumlah polisi.
Begini narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut.
"Jadi tersangka! Lukas Enembe seret SBY dan Ketum Demokrat," tulis judul unggahan.
"Tak mau dipernjara sendirian Lukas Enembe seret SBY hingga AHY," tulis keterangan thumbnail.
Lalu benarkah klaim tersebut.
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Turnbachoax.id -- jaringan Suara.com, klaim soal Lukas Enembe seret SBY dan AHY karena tak mau berada di penjara sendiri adalah salah.
Faktanya, narasi dalam video tersebut membacakan artikel dari sumber berbeda, yakni Tempo.co, Kompas.tv dan seword.com yang merupakan media opini terbuka.
Baca Juga: Dear Calon Maba, Ada 5 Tips yang Harus Kamu Lakukan untuk Memilih Jurusan
Dalam video tersebut, narator menjelaskan mengenai harta kekayaan yang dimiliki Lukas Enembe dan citra Partai Demokrat menjadi buruk akibat kadernya korupsi.
Setelah video ditonton hingga selesai, tidak ditemukan informasi yang menyatakan bahwa SBY dan AHY namanya diseret oleh Lukas Enembe.
Adapula foto SBY dalam gambar thumbnail merupakan foto SBY saat sesi wawancara pada pemakaman Ani Yudhoyono Juni 2019 lalu.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kabar Lukas Enembe seret SBY dan AHY adalah keliru.
Dengan demikian, informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam kategori hoaks.
Berita Terkait
-
Kunjungan ke Sekber Gerindra-PKB Berbarengan dengan AHY Nyatakan Dukungan Bacapres ke Anies, NasDem Bilang Begini
-
AHY Serahkan Bacawapres di Tangan Anies Baswedan, Demokrat dan PKS Terpecah?
-
CEK FAKTA: Gibran Marah dan Ubrak-abrik Rumah Cak Nun Usai Sebut Jokowi Firaun, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Pemuda Penggerebekan Kasus Selingkuh Mertua-Menantu Muncul, Ungkap Adegan Panas Ibu Norma Risma dan Rozy di Kontrakan, Benarkah?
-
Cek Fakta: Iwan Fals Meninggal Dunia, Raut Wajah Raffi Ahmad Penuh Kesedihan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Diversifikasi Energi Kini Jadi Kebutuhan Mendesak
-
Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi
-
Respons Kejagung Soal Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kredit Sritex
-
Warga Bogor Cek Jalur! Rekayasa Lalin 3,2 Km Diberlakukan Saat Kirab Budaya Sore Ini
-
Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
-
Apakah Ada Body Lotion G2G? Ini 5 Body Serum yang Bisa Jadi Alternatif
-
Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan