Empat orang siswa Sekolah Dasar Negeri atau SDN 05 Joglo, Jakarta Barat hampir saja diculik sepulang sekolah saat berada di taman depan sekolah. Peristiwa ini terjadi sepekan silam (20/1/2023).
Dikutip dari Suara.com, Kepala SDN 05 Joglo, Nenah Rosita menyatakan bahwa peristiwa terjadi sekira pukul 17.00 WIB. Keempat siswa kelas petang tadi baru saja pulang sekolah.
Mereka duduk-duduk di taman depan SDN 05 Joglo, ada tiga siswa kelas 6, dan seorang siswa kelas 4, adik dari salah satu siswa kelas 6. Berempat dihampiri salah seorang dari tiga orang yang tidak dikenal.
Ia menawarkan uang senilai Rp 300 ribu jika mereka mau ikut dengannya.
"Jadi ada dua orang menunggu di atas motor. Satu orang yang beraksi mengiming-imingi," jelas Nenah Rosita.
Di luar dugaan, salah seorang dari keempat siswa itu berteriak sehingga tiga orang terduga pelaku penculikan anak kabur.
Namun sebelum aksi dugaan percobaan penculikan itu berlanjut. Salah seorang siswa berteriak hingga ketiga terduga pelaku pun kabur.
"Guwe laporin Polisi, lo!" demikian ditirukan teriakan salah satu siswa itu.
"Nah si pelaku ini kemudian kabur, setelah anak ini ngomong begitu. Apalagi kalo sore di sini masih ramai orang lewat," lanjut Nenah Rosita.
Ia menambahkan, biasanya sepulang sekolah setiap siswa dijemput orangtua mereka. Akan tetapi keempat siswa itu tidak dijemput karena tinggal di rumah yang berdekatan sekolah.
Setelah kejadian, kini Nenah Rosita mewajibkan para orangtua siswa menjemput anak mereka meskipun jarak rumah mereka dekat dengan sekolah.
Pihak sekolah juga memperketat pengawasan lewat orang tua siswa yang menjadi koordinator kelas (korlas).
"Biasanya korlas yang mengawasi anak setiap pulang sekolah dua orang. Sekarang ditambah tiga, dibantu orangtua siswa lainnya. Jadi ada lima orang pengawas di setiap kelas saat pulang sekolah," jelas Nenah Rosita.
"Kami mau siswa benar-benar pulang dijemput orangtua mereka," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jurus Walkot Yani Wahyu Kurangi Dampak Banjir di Jakarta Barat, Bakal Bangun Waduk hingga Folder Air
-
Geger Pria Lansia Tewas di Hotel OYO Jakarta Barat, Wanita Diduga Teman Kencan Korban Sempat Mau Kabur Naik Mikrolet
-
Para Korban Rugi Rp130 Miliar, Terdakwa Investasi Bodong Media Periklanan Akui Perbuatannya di Muka Hakim
-
Pagar Kantor Bawaslu Jakarta Barat Dicolong Komplotan Pencuri, Sayangnya CCTV Sedang Rusak
-
Terekam CCTV, Detik-detik Motor Karyawan Mini Market Digondol Maling Jelang Subuh
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Harga Tiket Pesawat Meroket, Penumpang Bandara Sepinggan Turun Drastis
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
5 Moisturizer Mengandung Niacinamide, Mencerahkan Sekaligus Perkuat Skin Barrier
-
Samsung Galaxy A27 Muncul di Situs Resmi, Konfigurasi Memori Terungkap
-
5 Game Baru Bertarung di Medan Perang September 2026, Hindari GTA 6
-
Dana Cair, 77 Dapur MBG di Kepri Beroperasi Bertahap
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Tak Berizin, Dua Lokasi Pertambangan di Kampar Ditutup
-
Barang Diskon Belum Tentu Murah: Mengapa Kita Mudah Terkecoh Label Promo?