Suara.com - Pagar kantor Badan Pengawas dan Pemilu (Bawaslu) Jakarta Barat dicolong komplotan pencuri, pada Senin (23/1/2023) dini hari. Ketua Bawaslu Jakarta Barat Oding Junaidi mengatakan kejadian ini terjadi sekira pukul 04.00 WIB.
Saat itu, kantor dalam keadaan kosong, namun ada seorang penjaga yang ada di dalam kantor.
"Jadi kejadian di jam 4 pagi pada hari Senin, staf kami yang ditugaskan untuk piket mendengar suara gaduh semacam gabruk gitu,”kata Oding, saat dikonfirmasi, Selasa (24/1/2023).
Namun mendengar suara gaduh, petugas piket tersebut lambat keluar. Lantaran petugas piket mengira suara gaduh itu diakibatkan dari truk sampah.
Saat keluar Kantor Bawaslu, petugas yang seharusnya menjaga keamanan ini malah memergoki jika tiga ruas pagar di tempat tersebut sudah raib.
"Sudah tidak ada sebanyak 3 ruas yang sudah hilang," ungkapnya.
Oding mengatakan, menurut keterangan petugas pom bensin yang berada di seberang Kantor Bawaslu, aksi pencurian ini dilakukan oleh 3 orang. Para pelaku menggunakan mobil bak terbuka dan sebuah sepeda motor.
"Pihak pom bensin melihat bahwa ada mobil pick up yang parkir di sini, terus sempat ditegur yang bersangkutan langsung kabur dengan membawa 3 ruas pagar dari kantor Bawaslu,” ungkapnya.
"Menurut saksi dari petugas pom, katanya ada 3 orang, 2 orang berada di mobil pick up, yang 1 menggunakan sepeda motor," imbuhnya.
Baca Juga: Konvoi Bawa Sajam Diduga Mau Tawuran, Polisi Tangkap 11 Pelajar SMA di Kembangan Jakbar
Oding mengaku, peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polsek Kebon Jeruk. Namun sayangnya aksi tersebut tidak terekam kamera pengawas lantaran CCTV di Kantor Bawaslu ini sedang rusak.
"Kebetulan decoder sedang rusak. Kami memang seminggu ke belakang sedang berupaya untuk memperbaiki CCTV sudah memanggil petugas CCTV untuk memperbaiki petugas decoder,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Duduk Perkara Driver Ojol Dikeroyok Remaja, Berawal Bela Penumpang yang Kena Catcalling
-
Terekam CCTV, Detik-detik Motor Karyawan Mini Market Digondol Maling Jelang Subuh
-
Motor Karyawan Mini Market di Kebon Jeruk Digondol Maling Jelang Subuh, Pelaku Terekam CCTV
-
Terungkap Penyebab Pria Ini Tidur Pulas di Atas Pohon Sehingga Harus Ditahan Polisi
-
Bahas Aturan Sosialisasi dan Kampanye Pemilu 2024, KPU Libatkan Dewan Pers hingga Bawaslu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK