Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll mengkritik program pemusatan latihan (TC) yang diterapkan pelatih Timnas Indonesia U-20, Shin Tae-yong.
"Bagi saya, pemain-pemain Timnas Indonesia U-20 itu harus bermain di Liga 1. Jadi, mereka mempunyai sebuah kompetisi," kata Thomas Doll, di Jakarta, baru-baru ini.
Thomas Doll bahkan menyayangkan TC jangka panjang Timnas Indonesia U-20. Sebab menurutnya TC itu tidak memberikan dampak besar untuk perkembangan pemain.
"Semua pemain Timnas Indonesia U-20 itu membutuhkan sebuah kompetisi. Saya merasa STY tidak paham soal ini," kata Thomas Doll.
Lebih jauh, Ia menilai, pemain muda harus banyak mendapatkan jam terbang untuk bermain.
Dengan bermain di kompetisi, para pemain bisa mendapatkan pengalaman berharga yang tidak didapat dalam latihan.
"Menurut saya (kompetisi) itu adalah level permainan yang sangat bagus. Sebab, mereka juga bermain di hadapan 40-50 ribu penonton. Ini kompetisi, bukan latihan saja. Kalau TC, itu hanya latihan, latihan, dan latihan tanpa ada rasa kompetisi," tegas Thomas Doll.
Diketahui pelatih Shin Tae-yong akan menggelar TC Timnas Indonesia U-20 jelang Piala Asia U-20 2023 pada 1-18 Maret 2023.
Jelang turun di turnamen dua tahunan itu, Shin Tae-yong memanggil 30 nama. Dari 30 nama tersebut, sembilan di antaranya merupakan personel Persija Jakarta.
Baca Juga: Terancam Dipenjara Seumur Hidup, Putri Ferdy Sambo Koar-koar: Papa Ada Kebutuhan Khusus
Hal inilah yang membuat pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll merasa keberatan jika seluruh pemainnya dipanggil untuk mengikuti TC.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY