Kasus penganiayaan Mario Dandy Satriyo kepada Cristalino David Ozora tak henti-hentinya dibahas publik.
Kali ini terungkap sudah berapa nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mario Dandy saat mengampu bangku perkuliahan.
Unggahan nilai IPK Mario Dandy ini diduga saat dirinya masih menjadi mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya, yang mana anak pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo ini baru saja dikeluarkan (drop out atau DO) oleh pihak kampus.
Terungkap kalau nilai IPK Dandy hanya 1,03 di semester ganjil 2022.
Foto juga menuliskan kalau nilai IPK tersebut membuat Dandy tidak bisa mengambil mata kuliah sesuai dengan rencana studi yang normal.
Akibat itu, Mario Dandy bisa terlambat lulus karena nilainya di bawah standar Indeks Prestasi Semester (IPS) 2.25.
"IPS Mario Dandy Satriyo di semester 2022-1 adalah sebesar 1.03 dengan IPK 1.03. IPS yang kurang dari 2.25 mengakibatkan mahasiswa tidak dapat mengambil mata kuliah sesuai dengan rencana studi yang normal dan dapat mengakibatkan keterlambatan kelulusan maupun ketidakmampuan mahasiswa melewati evaluasi studi sesuai...." begitu bunyi surat peringatan yang tidak utuh, dikutip dari akun Twitter @ZoelHelmiLubis1, Minggu (26/2/2023).
"Baru kali ini gue tau ada ipk 1, dlu temen gue wlw agak b390 tapi ipk dia 2 koma brp gt. Si Mario dandy Satrio ini bneran ipk 1.03 ?? Kalau si agnes gmn y ? Knp smpe skrg g ada kbar ai agnes, ttp doain David smbuh y guys," tulis cuitan akun tersebut.
Sekadar informasi, kasus penganiayaan oleh Mario Dandy kepada David ini viral beberapa hari belakangan di media sosial.
Baca Juga: 10 Momen Seru Pesta Ulang Tahun Ameena, Cipung Beri Kado Berlian
Hal ini membuat David masih koma di rumah sakit selama beberapa hari.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Rafael Alun Trisambodo Akhirnya Ditahan KPK Buntut Mario Dandy Aniaya David, Benarkah?
-
Pejabat Punya Harta Tak Wajar, Pengamat: Jangan Hidup di Atas Penderitaan Pembayar Pajak
-
Jonathan Latumahina Ogah Terima Bantuan Keluarga Mario Dandy Usai Aniaya David: Kalau Masih Ada Urusan Lain di Pengadilan Saja!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali