Pengacara tersangka kasus penganiayaan sadis Mario Dandy (20), Dolfie Rompas batal masuk ruangan rumah sakit guna menjenguk korban David (17).
"Belum saatnya untuk datang karena saat ini kondisinya kita belum tahu," ujarnya dalam channel YouTube Intens Investigasi, Selasa (28/2/2023).
Namun, dirinya tetap menghaturkan doa untuk kesembuhan David.
"Belum masuk ICU karena mungkin dari rumah sakit belum diizinkan," kata Dolfie Rompas.
Pihaknya juga mengaku belum sempat bertemu anggota keluarga, termasuk sang ayah Jonathan Latumahina.
Meskipun tidak bisa menjenguk David, dia mengaku hal ini bukan karena ada penolakan.
"Tidak ada penolakan, cuma mungkin belum saatnya," sangkal Dolfie Rompas.
Dia tetap mangatakan alasannya tidak bisa masuk kemungkinan karena David masih dirawat di ICU.
Saat dicecar rekan wartawan siapa pihak yang menolak atau yang memberikan pernyataan dirinya tidak bisa menjenguk, Dolfie Rompas pun menjawabnya dengan tersenyum.
Baca Juga: Anita Minta Ongkos Ke Brunei, Irjen Teddy Minahasa Jawab Ada Sabu 5 Kg Carikan Lawan
"Kami kan sebenernya secara spontanitas kami datang ke sini, jadi kami tidak ada koordinasi sebelumnya, memang kami tujuannya hanya ingin berdoa, dan ingin menyampaikan permohonan maaf saja itu," bebernya.
Dia meyakinkan bahwa akan terus mencoba bertemu langsung dengan David.
"Kami akan terus berusaha ingin ketemu pihak keluarga pemohonan maaf secara langsung," pungkasnya.
Di sisi lain, selama dirawat inap David telah dikunjungi oleh berbagai pihak mulai dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Berita Terkait
-
Pengacara Mario Dandy Setuju Jika AG Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Sadis Terhadap David: Nggak Hanya Klien Saya Saja!
-
Kuasa Hukum Sepakat AG Pacar Mario Dandy Ditersangkakan: Proses Hukum Harus Tuntas
-
Masalah Berulang Jadi Alasan Aldila Jelita Gugat Cerai Indra Bekti, Penampilan Terbuka Shafeea Jadi Omongan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik