Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meminta ganti rugi kepada panitia Liga 1 atas kerusakan akibat ricuh suporter saat laga Persib Bandung melawan Persis Solo di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, pada Selasa (4/4/2023) malam.
Diwartakan sebelumnya telah terjadi perkelahian antara suporter dalam laga Persib vs Persis Solo di Stadion Pakansari, Bogor. Dalam keributan itu, terlihat para suporter saling serang dengan melempar kursi.
"Kerusakan itu tanggung jawab panitia penyelenggara, dalamnya (surat penyewaan atau perizinan) ada peraturan, salah satunya apabila terjadi kerusakan mereka bertanggung jawab penyewa," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Herdi Sukriadi di Bogor, Rabu (5/4/2023).
Ia menyebutkan, ada ratusan kursi di tribun selatan dan timur serta pagar yang mengalami kerusakan akibat perkelahian antar suporter.
Menurut Herdi, kursi dan pagar yang mengalami kerusakan itu didatangkan dari China yang didistribusikan oleh Singapura lantaran Indonesia tidak memproduksi kursi dengan kualitas standar yang diinginkan.
“Kursi yang rusak ini tahan ultraviolet dan tidak menghantar api, dia bisa terbakar tapi tidak menghantar api,” papar Herdi.
Ia memperkirakan, kerugian yang harus diganti nilainya mencapai Rp100 juta. Pasalnya, saat pihaknya melakukan pengadaan pada tahun 2019, biayanya mencapai Rp 700.000 per unit kursi berikut pemasangan.
“Kalau saya kira-kira kerugiannya mungkin sampai di angka Rp80 sampai Rp100 juta cuma pastinya kita belum tau karena kita harus nunggu dulu, tapi tadi orangnya udah ke sini saya minta untuk diberikan harga terbaru saat ini,” tuturnya.
Diketahui, bentrokan antar kelompok suporter Persib Bandung dengan Persis Solo terjadi saat pertandingan tengah berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (4/4/2023).
Akibat bentrokan tersebut, bahkan pertandingan sempat dihentikan sejenak dalam kondisi Persib Bandung unggul dengan skor 2-1 atas Persis Solo pada menit ke-77.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Tutorial Jadi Generasi Sandwich: Kenyang Makan Hati, Dompet Diet Ketat
-
Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
-
Manajer Bongkar Pendapatan Fajar SadBoy Setahun, Cuma Segini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas