/
Kamis, 06 April 2023 | 17:52 WIB
Soimah unboxing souvenir pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono (Instagram/@showimah)

Penyanyi Soimah Pancawati mengungkapkan sebuah fakta terkait kejamnya industri televisi di Indonesia.

Ia menilai kalau para artis pun bisa saja saling tusuk dari belakang atau tikung teman, bahkan di panggung sekalipun.

"Benar (industri TV kejam), banyak versi. Tapi salah satunya, tikung-menikung, tusuk dari belakang. Ya, banyak lah mas, saya enggak bisa jelasin satu per satu," kata Soimah dalam podcast Blakasuta, dikutip dari Suara.com, Kamis (6/4/2023).

Ia pun mencontohkan keadaan saling sikut yang biasa dialami artis di atas panggung.

"Ada jadwal, terus tek-tokan di atas panggung. Itu ibaratnya, bahasa kasarnya 'bunuh-bunuhan' lah. Cepet-cepetan mana yang enggak bisa ngomong, mana yang enggak cepat, ya itu dia yang akan 'mati'. Ibaratnya perang tuh gitu," papar Soimah.

Ia menjelaskan kalau siapapun yang terlibat dalam industri televisi mesti nekat agar bisa bertahan.

Soimah juga memiliki pengalaman buruk saat pertama kali masuk ke dunia hiburan TV, yaitu dianggap sebagai artis baru. Bahkan Soimah pernah diminta untuk tidak menggunakan bahasa Jawa saat tampil.

"Pas syuting, bahasa Jawanya keluar. Enggak bisa hilang. Ada produser datang, negor, 'kalau bisa jangan ada bahasa Jawanya ya'. Wah, hatiku sakit," kenangnya.

"Saya bilang, 'lah aku ini orang Jawa, kan kamu tahu. Saya sinden dari Jawa. Lah kalau enggak boleh (pakai) bahasa Jawa ya jangan undang saya'," tutur Soimah.



Load More