Viral pengakuan Soimah yang menceritakan pengalamannya dengan pegawai pajak Kementerian Keuangan.
Ia mengklaim adanya perlakuan semena-mena saat petugas pajak datang ke rumahnya. Padahal selama ini Soimah mengaku kalau dirinya taat bayar pajak.
Hanya saja kelakuan petugas pajak itu dinilai Soimah seperti memperlakukan dirinya dengan koruptor.
"Kan honor dari TV atau kerja dari iklan di manapun kan pasti udah pasti potong pajak. Tapi, perlakukanlah dengan baik. Jadi saya itu merasa diperlakukan seperti bajing*n, seperti koruptor," kata Soimah dalam podcast Blakasuta, dikutip dari Suara Denpasar - jaringan Suara.com, Jumat (7/4/2023).
Soimah menjelaskan kalau sikap petugas pajak itu terjadi padanya pada tahun 2015.
Saat itu Soimah memang baru merintis karirnya di dunia entertainment. Namun petugas pajak mencurigainya melakukan pencucian uang.
Hal itu terjadi karena Soimah menyiapkan biaya yang cukup besar untuk membantu saudaranya.
“Jadi (pegawai pajak) enggak percaya, 'Masa ngebantu saudara besarnya segini?' Lah, ya terserah aku kan?" ucap Soimah kesal.
Selain itu, dia juga pernah dituding menurunkan harga rumah karena dicurigai tidak wajar.
“Saya beli rumah harganya Rp 430 juta. Kita ke notaris, enggak deal dari perpajakan karena enggak percaya. 'Oh, rumah di situ harganya Rp 650 juta'. Loh, aku beli kan Rp 430 juta. Jadi dikira saya menurunkan harga padahal persetujuannya ada,” terang Soimah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung