Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab tudingan politik identitas yang selama ini banyak dituding publik kepadanya.
Jawaban ini terlontar dalam dialog Anies dengan budayawan Sujiwo Tejo yang diunggah dalam akun TikTok @humasaniesofficial.
Awalnya Sujiwo Tejo menanyakan soal haters Anies yang kerap menuduhnya sebagai sosok politik identitas.
"Jangan pilih Anies karena politik identitas. Aku bilang di mana-mana itu istilah pembodohan, semua punya identitas," kata Sujiwo Tejo, dikutip dari Suara Denpasar - jaringan Suara.com, Jumat (7/4/2023).
"Tapi saya memberi ruang oke, tapi yang enggak suka Anies harusnya bilang gimana?" tanya dia lagi.
Anies lalu menjawab kalau tudingan itu tidak sesuai kenyataan. Soalnya selama ini Anies mengklaim kalau Jakarta yang dia pimpin selama lima tahun tetap sesuai jalur.
"Kalau menjawabnya, kalau menjawab itu dengan kenyataan. Apakah saya ketika mengelola Jakarta diskriminatif? Apakah ketika saya mengelola Jakarta, memberikan perlakuan yang tidak adil?" jawab Anies.
"Kan Anies sudah lima tahun menjabat. Kenapa dinilai terus pakai pernyataan, lihatlah kenyataan," sambung dia.
Ia kemudian mengklaim kalau tudingan politik identitas itu nyatanya tak terbukti selama lima tahun Jakarta dipimpin Anies.
"Kita gunakan akal sehat, sudah terjadi kok lima tahun, lima tahun gimana Jakarta? Rasanya Jakarta tenang, tidak ada ketegangan, Jakarta damai," tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan