Bharada E atau Richard Eliezer saat ini ditahan di Rutan Bareskim setelah terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J bersama Ferdy Sambo.
Namun baru-baru ini, beredar kabar bahwa Richard Eliezer diracun oleh orang suruhan Ferdy Sambo sehingga harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan.
Informasi tersebut dibagikan oleh kanal YouTube KANAL BERITA yang mengunggah video singkat berjudul "BHARADA E DIRACUN OLEH ORANG SAMBO // SAMPAI HARUS DIRAWAT BEGINI".
Thumbnail video memperlihatkan narasi serupa yang menyebutkan bahwa Bharada E diteror oleh orang suruhan Ferdy Sambo. Tampak potret Bharada E yang berada di atas ranjang rumah sakit dan dikawal oleh sejumlah anggota kepolisian.
Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 50 penayangan. Namun, benarkah Bharada E diracun oleh orang suruhan Sambo hingga dilarikan ke rumah sakit?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 8 menit 5 detik tersebut, tidak ada bukti kredibel ataupun pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa Bharada E diracun oleh orang suruhan Ferdy Sambo.
Narator dalam video membacakan kembali bahwa terdapat akun YouTube lain yang memberikan kabar tersebut. Namun setelah ditelusuri, itu merupakan informasi palsu.
Narator juga menyinggung soal LPSK yang mencabut perlindungan terhadap Bharada E. Sedangkan video yang dimasukkan berupakan potongan saat Bharada E menjalani persidangan.
Baca Juga: 6 Rekomendasi HP Keluaran Terbaru 2023, Jangan Sampai Kehabisan!
Hingga akhir video, tidak ada penjelasan resmi yang dapat membuktikan klaim Bharada E diracun oleh orang suruhan Ferdy Sambo.
Selain itu, foto dalam thumbnail juga merupakan hasil foto yang diedit.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Bharada E atau Richard Eliezer diracun oleh orang suruhan Ferdy Sambo merupakan berita bohong atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan