Sosok Ibu Ida Dayak belakangan kerap dikaitkan dengan Pesulap Merah. Kehebatan Ida Dayak dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit juga disorot oleh publik.
Belakangan ini, beredar video yang menyebutkan bahwa Pesulap Merah membacok leher Ibu Ida Dayak dan membuatnya mengeluarkan ilmu Rawa Rontek.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube PORTAL JURNALIS yang mengunggah video singkat berjudul "Detik-detik Ida Dayak Keluarkan Ilmu Rawa Rontek, Usai Dibacok Pesulap Merah".
Narasi serupa juga terlihat dalam thumbnail video. Pada thumbnail tersebut pun tampak potret Pesulap Merah dan Ida Dayak yang berlumur darah di bagian mulutnya.
Hingga kini, video tersebut telah disaksikan sebanyak lebih dari 900 penayangan. Lantas, benarkah Pesulap Merah membacok Ida Dayak hingga mengeluarkan ilmu Rawa Rontek?
CEK FAKTA:
Keterangan yang ditulis pada judul merupakan informasi salah. Setelah menonton video berdurasi 3 menit 47 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun penjelasan kredibel yang menyatakan bahwa Pesulap Merah membacok Ibu Ida Dayak ataupun Ida Dayak memiliki ilmu Rawa Rontek.
Narator dalam video tersebut hanya menjelaskan apa itu ilmu Rawa Rontek dan jenis minyak yang digunakan oleh Ida Dayak saat menyembuhkan penyakit.
Hingga akhir video, narator tidak memberikan penjelasan sama sekali terkait ilmu Rawa Rontek yang dimiliki Ida Dayak.
Baca Juga: Isu Dampingi Ganjar Pranowo, DPC Partai Gerindra Kota Solo: Prabowo Subianto Capres 2024
Selain itu, foto yang digunakan dalam thumbnail merupakan foto editan yang telah direkayasa, sehingga dapat menggiring opini publik seolah-olah hal tersebut benar terjadi.
Faktanya, antara isi video dengan judul yang ditulis tidak memiliki keselarasan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Pesulap Merah membacok Ibu Ida Dayak hingga mengeluarkan ilmu Rawa Rontek merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha