/
Selasa, 02 Mei 2023 | 16:31 WIB
Pelaku penembakan di kantor MUI Pusat menggunakan pistol airsoft gun, bukan senjata api. (Suara.com/Alfian Winanto)

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan pelaku penembakan di kantor MUI Pusat, Jakarta menggunakan pistol airsoft gun dalam aksinya. Senjata tersebut tidak termasuk dalam senjata api.

"Ada butiran-butiran magasin peluru, ada tabung gas kecil juga, yang disebut airsoft gun, bukan senjata api," kata Karyoto di kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2023).

Meski demikian Karyoto mengatakan senjata pelaku tersebut akan diteliti kembali di laboratorium forensik untuk memastikan jenisnya.
 
"Namun langkah lebih detail nanti kami minta labfor sebagai penyelidik apakah jenis senjata ini," lanjut Karyoto.

Sementara pelaku, yang sudah tewas, diketahui sebagai lelaki berusia 60 tahun dan berinisial M. Ia, berdasarkan data di KTP, berdomisili di Lampung.

Jenazah pelaku telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan autopsi, agar penyebab kematiannya diketahui. Polisi juga mengatakan pelaku kedapatan membawa obat-obatan.

"Nanti dari sana baru diketahui penyebab meninggalnya kenapa, karena ditemukan juga dalam tasnya barang-barang seperti obat-obatan, buku rekening dan beberapa lembar surat-surat," beber Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin secara terpisah.

Polisi mengatakan, pelaku penembakan awalnya masuk ke Kantor MUI Pusat melewat pintu gerbang depan untuk bertemu ketua MUI.

Karena ia tak menjelaskan tujuan atau kepentingannya, ia sempat ditahan oleh petugas keamanan. Setelah itu pelaku mengeluarkan senjata dan melakukan penembakan.

Akibat penembakan itu, satu orang petugas mengalami luka-luka. Sementara itu, terdapat beberapa kerusakan di kantor MUI Pusat, antara lain ada jendela kaca yang pecah.
 
"Tertembak di bagian punggung, kemudian tersangka keluar dan oleh karyawan dikejar dan diamankan," kata Komarudin.

Load More