/
Selasa, 09 Mei 2023 | 16:48 WIB
Teddy Minahasa mengatakan ada perang bintang di internal Polri. (Suara.com/Alfian Winanto)

Mantan Kapolda Sumatera Barat Teddy Minahasa resmi divonis hukuman penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa (9/5/2023).

Vonis Teddy Minahasa ini buntut dari keterlibatannya dalam kasus peredaran narkoba. Hanya saja Teddy masih membantah untuk mengakui hal tersebut meski vonis sudah ditetapkan.

"Terdakwa tidak mengakui perbuatannya serta berbelit-belit dalam menyampaikan keterangannya," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat Jon Sarman Saragih saat pembacaan vonis, dikutip dari Suara.com, Selasa (9/5/2023).

Nyatanya hakim menyebut kalau Teddy terbukti menjual barang bukti sabu lebih dari 5 gram bersama Linda Pujiastuti dan AKBP Dody Prawiranegara.

Tak hanya itu, Teddy juga terbukti mendapatkan keuntungan dari penjualan sabu senilai 27.300 Dolar Singapura atau Rp 300 juta.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Teddy Minahasa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman, yang beratnya lebih dari 5 (lima) gram," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat Jon Sarman Saragih.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Teddy Minahasa pidana seumur hidup," tegas hakim.

Hukuman ini lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa yang menuntut hukuman pidana mati terhadap Teddy Minahasa.


Load More