Lalu-lintas dan kondisi jalan raya Ibu Kota Jakarta selama KTT ASEAN perlu mendapatkan perhatian maksimal.
Paruh pekan lalu, Presiden Joko Widodo menerima para anggota delegasi Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Selanjutnya, Ibu Kota Jakarta akan mengambil peran sebagai tuan rumah penyelenggaraan berikutnya, yaitu 5-7 September 2023.
Dikutip dari kantor berita Antara, persiapan penting dilakukan untuk memastikan rombongan delegasi peserta KTT ASEAN tidak terkendala begitu juga aktivitas warga tetap lancar seperti hari-hari normal.
Pemerintah kota atau Pemkot Jakarta Pusat memprioritaskan perbaikan Jalan Sudirman-Thamrin untuk diperbaiki karena kondisinya bergelombang. Tujuannya sebagai bagian persiapan DKI Jakarta menjadi tuan rumah KTT ASEAN ke-42 setelah Labuan Bajo.
Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma di Jakarta, pada Rabu (10/5/2023) mengatakan Jalan Sudirman sampai Jalan Thamrin masuk dalam daftar jalan yang diperbaiki usai Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau keadaan jalan di depan Ratu Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Sabtu (6/5/2023).
"Kami di awal memang merasakan jalan itu bergelombang, makanya ini sudah menjadi program Pak Heru ingin sepanjang Jalur Sudirman-Thamrin, Patung Kuda itu jalan harus bagus," jelas Dhany Sukma.
Ia menyatakan ruas jalan berskala nasional dan melintasi sejumlah ikon Ibu Kota, seperti Patung Jenderal Sudirman, Bundaran Hotel Indonesia hingga Bundaran Patung Kuda.
Oleh karena itu, Dinas Bina Marga tengah melakukan pengaspalan jalan hotmix agar dapat dilintasi dengan nyaman oleh pengguna kendaraan.
Kemudian, anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Nurhasan meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan lalu-lintas lancar selama penyelenggaraan KTT ASEAN dengan mempersiapkan skema pengaturan.
"Harus tahu persis jadwal masing-masing delegasi untuk memudahkan pengaturan," kata Nurhasan ketika dihubungi di DKI Jakarta, Senin (15/5/2023).
Menurut Nurhasan, beberapa ruas jalan yang nantinya akan dilewati peserta KTT ASEAN di antaranya jalan depan Ratu Plaza Jakarta Pusat hingga di sekitar gedung ASEAN Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, perlu pengaturan ekstra.
Ruas jalan ini menjadi salah satu jalan protokol yang kerap dilewati warga. Maka dari itu, penting sejak sekarang dipersiapkan skema pengalihan arus sehingga acara sukses dan warga tidak terganggu.
Terkait kesiapan infrastruktur dari segi perbaikan jalan sendiri, Nurhasan mengaku Pemprov DKI sudah melakukan yang terbaik.
"Sudah luar biasa persiapan perbaikan jalan dan infrastruktur lain dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Seniman Asal Bali di Balik Palu Unik KTT ASEAN di Labuan Bajo, Ini Sosoknya
-
Erick Thohir: UMKM RI Harus Go Global
-
30 UMKM Mejeng dan Jadi Souvernir KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, Cek Daftarnya
-
KTT ASEAN ke-42 Berakhir, Ketua DPR: Saya Bangga Kenalkan Labuan Bajo
-
Romantisme dari Jokowi untuk Pemimpin ASEAN di Kapal Pinisi Labuan Bajo
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan