/
Senin, 22 Mei 2023 | 05:35 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Menko Polhukam lantik Ahok menjadi Ketua Pansus TPPU? ([screenshot Turnbackhoax.id])

Narasinya membuat pemirsa percaya bahwa Ahok kini menjabat sebagai Ketua Pansus TPPU.

Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal sebagai Ahok saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, yang dipangkunya sejak 25 November 2019. Sedangkan Mahfud MD adalan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun YouTube bernama PILIHAN RAKYAT mengunggah video berjudul "MAHFUD MD LANTIK AHOK JADI KETUA TPPU – MEGAWATI MURKA".

Dalam video yang diunggah 2 Mei 2023 disebutkan bahwa Menkopolhukam RI, Mahfud MD melantik Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai Ketua Pansus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pansus ini nantinya akan menindaklanjuti transaksi janggal senilai Rp 349 triliun dengan melakukan analisa atas Laporan Hasil Analisa (LHA) dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah dihimpun PPATK sejak 2009 hingga 2023.

PENJELASAN

Setelah dilakukan penelusuran Turnbackhoax.id, faktanya tidak ada pemberitaan resmi dan bukti valid terkait klaim seperti yang disebutkan dalam unggahan.

Selain itu, berbagai video yang ditampilkan dalam unggahan itu faktanya berasal dari beberapa sumber yang tidak berkaitan.

Pertama, pada menit 00:35 terdapat video wawancara dengan pakar TPPU, Yenti Garnasih, yang sedang menjelaskan mengenai kasus tindak pidana pasar modal yang melibatkan CEO Jouska, Aakyar Abyasa Fidzuno.

Kedua, pada menit 04:04 terdapat video Ahok saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Di mana dalam materi video asli Ahok sedang menegaskan upaya pemberantasan korupsi.

Pada menit 06:45 terdapat video konferensi pers Mahfud MD terkait transaksi janggal sebesar Rp 300 triliun dalam Kementerian Keuangan yang disebutkan sebagai indikasi pencucian uang.

KESIMPULAN

Video berjudul "MAHFUD MD LANTIK AHOK JADI KETUA TPPU – MEGAWATI MURKA" memiliki konten yang dimanipulasi.


Catatan Redaksi

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More