Narasinya membuat pemirsa percaya bahwa Ahok kini menjabat sebagai Ketua Pansus TPPU.
Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal sebagai Ahok saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, yang dipangkunya sejak 25 November 2019. Sedangkan Mahfud MD adalan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun YouTube bernama PILIHAN RAKYAT mengunggah video berjudul "MAHFUD MD LANTIK AHOK JADI KETUA TPPU – MEGAWATI MURKA".
Dalam video yang diunggah 2 Mei 2023 disebutkan bahwa Menkopolhukam RI, Mahfud MD melantik Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai Ketua Pansus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Pansus ini nantinya akan menindaklanjuti transaksi janggal senilai Rp 349 triliun dengan melakukan analisa atas Laporan Hasil Analisa (LHA) dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah dihimpun PPATK sejak 2009 hingga 2023.
PENJELASAN
Setelah dilakukan penelusuran Turnbackhoax.id, faktanya tidak ada pemberitaan resmi dan bukti valid terkait klaim seperti yang disebutkan dalam unggahan.
Selain itu, berbagai video yang ditampilkan dalam unggahan itu faktanya berasal dari beberapa sumber yang tidak berkaitan.
Pertama, pada menit 00:35 terdapat video wawancara dengan pakar TPPU, Yenti Garnasih, yang sedang menjelaskan mengenai kasus tindak pidana pasar modal yang melibatkan CEO Jouska, Aakyar Abyasa Fidzuno.
Kedua, pada menit 04:04 terdapat video Ahok saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Di mana dalam materi video asli Ahok sedang menegaskan upaya pemberantasan korupsi.
Pada menit 06:45 terdapat video konferensi pers Mahfud MD terkait transaksi janggal sebesar Rp 300 triliun dalam Kementerian Keuangan yang disebutkan sebagai indikasi pencucian uang.
KESIMPULAN
Video berjudul "MAHFUD MD LANTIK AHOK JADI KETUA TPPU – MEGAWATI MURKA" memiliki konten yang dimanipulasi.
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Muncul Kabar Agnez Mo Meninggal Dunia, Keluarga Sampai Histeris
-
CEK FAKTA: Ibunda Arya Saloka Pingsan Dengar Amanda Manopo Hamil
-
CEK FAKTA: Inara Rusli Lepas Cadar, UAS dan Buya Yahya Ikut Angkat Bicara, Diprotes?
-
CEK FAKTA: Kuat Ma'ruf dan Ferdy Sambo Dieksekusi Bareng Malam Ini!
-
CEK FAKTA: Nasdem Terima 8 Triliun dari Johnny G Plate untuk Dana Kampanye, Benarkah?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel