Tragedi yang tak seharusnya terjadi menimpa seorang gadis muda di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Gadis tersebut menjadi korban pemerkosaan oleh sebelas pejabat penting, termasuk seorang anggota Brimob berinisial HST, seorang kepala desa berinisial HR, dan seorang guru Sekolah Dasar.
Dilansir Kapolres Parimo AKBP Yudy Arto Wiyono, sepuluh dari sebelas dugaan pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk NT, ARH, AR, AK, FA, DU, AK, AS, AW, dan Kades HR.
Menurutnya, korban diiming-imingi imbalan sebelum dibawa ke beberapa lokasi di Parimo untuk diperkosa, kejadian ini berlangsung sejak April 2022 hingga Januari 2023.
Namun, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, anggota Brimob HST yang juga terlibat dalam kasus pemerkosaan ini belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dalam proses pendalaman.
AKBP Yudy Arto Wiyono menambahkan, saat ini baru ada lima orang tersangka yang ditahan yaitu NT, ARH, AR, AK, dan HR.
"Sementara lima lainnya masih dalam proses pemanggilan untuk pemeriksaan penyidik," kata dia, dikutip hari Selasa (30/5/2023).
Berita ini sampai ke telinga pengacara kenamaan, Hotman Paris, yang merespons di Instagramnya, meminta keluarga korban untuk menghubunginya jika berita tersebut benar.
Kasus ini pun menarik perhatian publik dan memancing kemarahan netizen. Banyak yang mengecam tindakan para pelaku yang seharusnya bertugas melindungi masyarakat, namun malah melakukan tindakan yang mengganggu ketenteraman.
Baca Juga: Penyebab Timnas Singapura Urung Ambil Bagian di Piala AFF U-23 2023
Dampak dari tindakan biadab para pelaku ini telah mengakibatkan korban mengalami gangguan reproduksi hingga berpotensi kehilangan rahim.
Pendamping hukum korban dari UPT DP3A Sulteng, Salma, mengungkapkan bahwa korban saat ini mengalami insersi akut di rahim dan terdapat tumor, yang mungkin akan mengharuskan rahimnya diangkat.
Berita Terkait
-
Momen Presiden Jokowi Nonton Fast X di Bioskop, Sederhana Abis!
-
Viral PT PAL Lebih Pilih Lulusan STM Ketimbang UI, Begini Penjelasannya
-
Viral Borgol Plastik Mario Dandy Satriyo Bisa Buka-Pasang Mandiri, Lemkapi Tanggapi Permintaan Maaf Kapolda Metro Jaya
-
Viral Pulau Kapoposang di Kabupaten Pangkep Diduga Dijual ke Pengusaha Rp5 Miliar
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
Terkini
-
Kapan Zakat Fitrah Dibayarkan? Jangan Melewati Batas Waktu Ini Agar Tidak Haram
-
Bukan Cuma LPDP! Ini 4 Beasiswa Pemerintah Indonesia Fully Funded Kuliah di Luar Negeri
-
Gagal Kabur, Ini Momen Terduga Pelaku Pencurian Helm Diamankan Warga dan Tim Sparta
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BCA dan Himbara, Cek Batas Maksimal Penukaran!
-
Lagi Asyik Jalan-Jalan di Grand Indonesia, Lisa BLACKPINK Nyaris 'Nyusruk'
-
Apakah Pegadaian Bisa Gadai HP Tanpa Dus? Ini Syarat dan Caranya
-
5 Fakta Begal Sadis di Pasuruan Bacok Dua Remaja, Yamaha N-Max Dibawa Kabur
-
Motor Termurah BMW Harganya Setara Yamaha NMAX
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil