Tasyi Athasyia belakangan ini masih menjadi perbincangan warganet setelah beberapa pihak membongkar sikap Tasyi Athasyia kepada para karyawannya yang dinilai tak adil. Terbaru, salah satu mantan karyawan Tasyi Athasyia bernama Putri diketahui melaporkan istri Syech Zaki itu ke Polda Metro Jaya pada Rabu (21/6/2023).
Tudingan yang dilayangkan kepada food vlogger tersebut berkaitan dengan Pasal 335 tentang pengancaman dengan kekerasan.
Putri mengaku dipaksa menandatangani surat pernyataan oleh pihak Tasyi Athasyia. Jika menolak, maka ia akan dilaporkan ke polisi.
Rupanya, perlakuan tersebut tidak hanya diterima oleh Putri saja. Sejumlah mantan karyawan lainnya juga mengalami hal serupa.
Alhasil, para mantan karyawan Tasyi Athasyia merasa ketakutan jika keluarga mengetahui permasalahan tersebut.
"Lebih takut keluarganya. Jadi kepikiran gitu keluarganya. Karena kan awalnya keluarga yang tidak mengetahui masalah ini jadi tahu. Karena mereka ngirim orang," ucap salah satu mantan pegawai Tasyi Athasyia, seperti dikutip dari kanal YouTube MOP Channel pada Kamis (22/6/2023).
Menurut kuasa hukum Putri, Marloncius Sihaloho, ada dugaan orang-orang suruhan Tasyi Athasyia adalah oknum polisi.
"Dari kiriman teman-teman ini ya, kalau perihal oknum kepolisian ya kita nggak bisa mengatakan seperti itu. Tapi memang ada beberapa orang, ya dari gestur tubuhnya, dari bentuk tubuhnya, tegap segala macem, ya bisa indikasi seperti itu, bisa," tutur Marloncius Sihaloho.
Lebih lanjut, para mantan pegawai yang menandatangani surat pernyataan berarti menganggap masalahnya dengan Tasyi Athasyia telah selesai.
Tak hanya itu, Tasyi Athasyia juga meminta para mantan karyawannya untuk tidak membenarkan pengakuan yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Unggahan itu pun menuai beragam komentar dari warganet. Tak sedikit warganet yang masih mengecam sikap Tasyi Athasyia terhadap mantan karyawannya.
"Diliat-lihat hidupnya mewah tapi bayar karyawan aja nggak mampu, heran," tulis akun @th*************
"Ngeri juga ya. Kalau emang beritikad baik, kenapa harus mengancam. Sebenarnya gampang kok Tasyi, temuin semua orang yang kamu dzolimi, kasih hak-haknya plus denda sesuai UU, selesai masalah. Lagian uangnya juga nggak seberapa buat kamu, gajinya di bawah UMR. Kamu ngerti agama tapi dzolim luar biasa sama orang kecil," komentar @vi***********
"Padahal tinggal bayar haknya mantan karyawan ya Allah ribet banget hidupnya si Tasyi," tambah @fa****************
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Safari Politik DPR untuk Revisi UU Pemilu Bergulir, Putusan MK dan Ambang Batas Disorot
-
Masyarakat Diajak Pilih Logo Resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Temuan SPPG Fiktif MBG di Hutan hingga Pemakaman, DPR Minta Usut Tuntas