/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 18:06 WIB
TitanSub atau Titan submersible ([OceanGate])

Kapal selam mini yang membawa misi menyimak Titanic dari dekat kini benar-benar mendekat, untuk selamanya.

RMS Titanic, adalah kapal pesiar mewah milik  The White Star Line yang dibuat Harland and Wolff yang viral lebih dari seabad lamanya. Sangat dikagumi, tampil menawan dan disebutkan bakal sulit karam, namun faktanya tenggelam dalam pelayaran perdana dari Southampton, Inggris, Britania Raya menuju New York, Amerika Serikat telah menjadi bagian dari legenda lautan menarik untuk disingkap tabir misterinya.

Kapal kelas Olympic itu karam setelah menabrak gunung es (iceberg) di Samudera Atlantik Utara pada 15 April 1912, menelan korban 1.514 orang.

Lebih dari seabad atau tepatnya telah mencapai 111 tahun, bangkai Titanic bersemayam abadi, di kedalaman sekira 3.658 m di bawah permukaan laut, dengan tekanan mencapai sekira 458,03 kg per cm persegi.

Sejak karam hingga di millenium kedua, bangkai kapal Titanic telah menjadi kajian ilmiah, masuk sebagai subjek di bidang seni, sampai teknologi didatangi para penjelajah, ilmuwan, menjadi inspirasi film, dan artefak yang ditemukan--sebagai bagian milik pribadi para penumpang, hingga bagian kapal sendiri--telah dipamerkan dan mendapat perhatian khusus dari berbagai penjuru dunia.

Titan submersible adalah selam mini viral yang mengemban misi membawa lima penumpang menuju bangkai Titanic. Dioperasikan perusahaan OceanGate Expeditions yang berbasis di Amerika Serikat, kapal selam kecil canggih ini hilang kontak sejak Minggu (16/6/2023).

Setelah menyelam dua jam, disebutkan tidak lagi menjawab kontak 45 menit berikutnya.

Dikutip dari Reuters, dalam operasi pencarian lima hari (Kamis waktu Amerika Serikat) telah berhasil ditemukan lima pecahan utama Titan submersible dimensi 6,7 m, antara lain bagian ekor dan lambung kapal selam mini itu.

Sementara itu, dikutip dari BBC News, disebutkan bahwa Titan submersible mengalami situasi "catastrophic implosion" dan The US Coast Guard menyatakan konfirmasi bahwa seluruh penumpangnya, yang berjumlah lima orang meninggal dunia. Sumber data utama diperoleh dari Remotely Operated Vehicle (ROV), berupa robot bawah laut yang dioperasikan dari kapal menggunakan kabel penghubung. 

Titan atau Titan submersible yang mengangkut lima penumpang menuju makam Titanic di kedalaman sekira 3.800 m di bawah permukaan laut (sumber: [OceanGate])

Kelimanya adalah CEO perusahaan OceanGate Expeditions, Stockton Rush (61) sebagai pemegang kemudi Titan. Kemudian Hamish Harding (58), miliarder dan penjelajah Inggris. Lalu Shahzada Dawood (48), pebisnis kelahiran Pakistan dan Suleman Dawood (19), putranya, keduanya warga negara Inggris. Juga Paul-Henri Nargeolet (77), ahli kelautan Prancis sekaligus pakar Titanic terkenal yang telah mengunjungi bangkai Titanic puluhan kali.

Bagaimanakah penjelasan teknis Titan submersible remuk di kedalaman lautan dalam misinya mendekati Titanic?

Dikutip dari The Conversation, salah satu analisa kemungkinan terjadi bencana ini adalah material penyusun wahana selam ini.

Sebagian besar kapal selam yang beroperasi di kedalaman memiliki bejana tekan atau pressure level terbuat dari bahan logam tunggal dengan kekuatan luluh tinggi. Biasanya digunakan baja untuk kedalaman relatif dangkal atau sekira kurang dari 300 m, dn titanium bagi kedalaman lebih dari 500 m.

Sebuah bejana tekan titanium atau baja tebal biasanya berbentuk bulat yang mampu menahan tekanan menghancurkan, semisal hingga kedalaman 3.800 m, sebagai referensi lokasi bangkai TItanic sekira 3.658 m.

Titan submersible didesain berbeda. Pressure level terbuat dari kombinasi titanium dan serat karbon komposit.

Titanium bersifat elastis, mampu beradaptasi dengan rentang tegangan yang diperpanjang tanpa regangan permanen terukur yang tersisa setelah kembali ke tekanan atmosfer. Bisa menyusut untuk menyesuaikan dengan kekuatan tekanan, dan mengembang kembali saat kekuatan ini dikurangi. Sebaliknya, komposit serat karbon jauh lebih kaku dan tidak memiliki elastisitas yang sama.

Bila ditinjau dari sudut pandang adanya perbedaan antara bahan-bahan penyusun submersible vessel ini, maka akan ada semacam kehilangan integritas saat wahana dioperasikan di kedalaman tertentu. Material komposit berpotensi mengalami "delaminasi", yang mengarah pada pemisahan lapisan tulangan.

Baca Juga: Erina Gudono Tampil Santai Gunakan Sandal Gucci, Harganya Ternyata Dua Kali Lipat UMR Depok

Sehingga bisa terjadi pemicu ledakan seketika karena tekanan bawah air. Dalam waktu kurang dari satu detik, kapal yang didorong ke bawah oleh beban kolom air setinggi 3.800 m bisa melesak dari semua sisi.

Ledakan ini mampu menghilangkan nyawa penumpang kurang dari 20 milidetik, saat otak manusia belum memproses informasi tentang kecepatan yang terjadi. Penjelasan ini semoga bisa memberikan pengertian bahwa para penumpang Titan submersible tidak mengalami rasa sakit.

Kini kapal selam mini Titan submersible bersanding dengan RMS Titanic di kedalaman Samudera Atlantik Utara.

Load More