/
Sabtu, 24 Juni 2023 | 23:05 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan kabur dari Moskwa, takut diserbu pasukan petempur Wagner. (Antara)

"Mereka yang menghabisi pasukan kami, yang membunuh puluhan ribu tentara Rusia, akan dihukum. Saya minta, jangan ada yang melawan," tegas Prigozhin.

Serangan terhadap pasukan Wagner itu terjadi setelah Prigozhin menolak menandatangani kontrak untuk menempatkan ribuan petempur Wagner di bawah kendali Kementerian Pertahanan Rusia.

Prigozhin mengeklaim memiliki 25.000 pasukan dan akan membuat kekacauan dengan menghancurkan semua pos penjagaan yang ditemui serta akan menghantam angkatan udara Rusia. Wagner memiliki pengalaman tempur panjang, mulai dari Afrika, Suriah hingga di Ukraina

Petempur Wagner - yang terdiri dari para veteran dan narapidana yang direkrut dari penjara-penjara Rusia - menghadapi pertempuran paling berdarah dalam invasi Rusia ke Ukraina selama 16 bulan ini.

Selain menguasai Rostov, pasukan Wagner pada Jumat kemarin disebut juga telah merebut fasilitas-fasilitas militer di Kota Voronezh, yang terletak di sebelah utara Rostov on Don. 

Putin ancam pengkhianat

Menanggapi pemberontakan Wagner, Putin dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi Rusia, mengatakan pemberontakan yang dipimpin Prigozhin adalah serangan dari belakang terhadap Rusia yang sedang menginvasi Ukraina.

"Ambisi yang berlebihan dan kepentingan pribadi telah menyebabkan pengkhianatan. Ini adalah pukulan terhadap Rusia, terhadap rakyat. Reaksi kita untuk mempertahankan Tanah Air dari ancaman seperti ini akan sangat keras," wanti-wanti Putin seperti dilansir Reuters, Sabtu (24/6/2023).

"Semua orang yang berkhianat, yang sedang mempersiapkan pemberontakan bersenjata, yang menggunakan cara-cara pemerasan dan terorisme, akan menerima hukuman, akan bertanggung jawab kepada hukum dan rakyat kita," beber Putin.

Baca Juga: Wagner Memberontak, Vladimir Putin: Ini Pengkhianatan

Load More