/
Jum'at, 30 Juni 2023 | 18:50 WIB
Cek fakta FPI bakar habis ponpes Al Zaytun. ([YouTube/RUANG INDONESIA])

FPI dikabarkan membakar Ponpes Al Zaytun hingga ludes karena muak tidak ada tindakan tegas. Kabar pembakaran pondok pesantren itu sendiri dibagikan oleh kanal YouTube RUANG INDONESIA. 

Akun tersebut mengunggah video berjudul "TEPAT MALAM INI!! FPI BAKAR HABIS AL ZAYTUN HINGGA BEGINI".

Pada thumbnail terdapat narasi yang berbunyi, "Breaking News!! FPI BAKAR HABIS PONPES AL ZAYTUN, MUAK TIDAK ADA TINDAKAN TEGAS AKHIRNYA MEREKA LAKUKAN INI".

Terlihat segerombolan orang di tengah kepulan asap. Beberapa membawa bendera dan terlihat di kejauhan kobaran api yang menyala.

Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 30.000 penayangan. Namun, benarkah FPI membakas habis Ponpes Al Zaytun?

CEK FAKTA:

Informasi yang mengklaim bahwa FPI membakar habis Ponpes Al Zaytun karena muak adalah salah.

Setelah menonton video berdurasi 8 menit 2 detik di atas, narator hanya membahas tentang FPI yang siap membantu terkait kasus Ponpes Al Zaytun. Narator dalam video menceritakan tentang demo FPI yang menuntut Ponpes Al Zaytun dibubarkan.

Tetapi hingga akhir video, tidak ada penayangan tentang klaim di atas. Narator sama sekali tidak memberikan bukti valid maupun pernjelasan dari sumber kredibel soal FPI membakar Ponpes Al Zaytun.

Baca Juga: CEK FAKTA: 5 Pemain Keturunan Merapat ke Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-17, Sekarang Lagi Cek Medis

Selain itu, foto yang digunakan merupakan hasil rekayasa. Isi video dan judul unggahan tersebut juga tidak memiliki keselarasan.

KESIMPULAN:

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar FPI membakar Ponpes Al Zaytun hingga ludes adalah berita bohong atau hoaks.

Unggahan di atas dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan karena berisi berita palsu.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.

Load More