Pengacara Farhat Abbas semakin lantang ikut campur dalam urusan perselingkuhan yang melibatkan aktris Syahnaz Sadiqah dan Rendy Kjaernett. Ia kini mendesak agar adik Raffi Ahmad itu dideportasi dari Bandung.
Entah apa yang dimaksud oleh Farhat Abbas, karena deportasi sendiri hanya bisa diterapkan kepada warga negara asing yang akan dikeluarkan dari sebuah negara.
Tapi Farhat mengatakan Syahnaz harus diusir dari Bandung karena ia menilai selingkuh bukan budaya Indonesia.
"Kita akan meminta kepada Wali Kota Bandung untuk memboikot atau menolak, kalau perlu dideportasi aja dari Bandung, tidak usah lagi menjadi warga Bandung," ujar Farhat Abbas dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi, Rabu (12/7/2023).
Menurut Farhat Abbas, skandal perselingkuhan Syahnaz dan Rendy Kjaernett akan berakibat fatal pada generasi muda yang nantinya akan menormalisasi skandal semacam ini.
"Oleh karena itu, kita meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan sweeping cyber. Dari awal kita menganggap bahwa perselingkuhan itu bukan budaya Indonesia yang agak unik gitu," ungkap mantan suami Nia Daniaty ini.
"Makanya saya mendesak istri dan suami pelaku untuk melakukan laporan pidana, atau kalau perlu ditinggalkan. Dari dua artis tersebut, ada satu orang artis yang menggugat cerai, ya kita apresiasi, karena ini merupakan tindakan terbaik," sambungnya.
Farhat Abbas sekali lagi meminta agar artis-artis yang terciduk berselingkuh seharusnya tidak usah ditampilkan lagi di depan publik.
"Kami sebagai LSM sedang mengumpulkan bukti-bukti, yang jelas apakah itu betul-betul perlakuan mereka, atau mereka yang buat-buat seperti itu," kata Farhat.
Baca Juga: Jeje Sebut Syahnaz Wanita Mulia, Pemuka Agama Ungkap Posisi Istri Suka Selingkuh: Dia Termasuk..
Soal keputusan Jeje Govinda memaafkan istrinya Syahnaz Sadiqah, Farhat Abbas memilih untuk tidak peduli dengan alasan itu adalah urusan pribadi mereka.
Farhat Abbas sebelumnya menyindir Jeje Govinda yang disebutnya tak kuat secara ekonomi karena memaafkan Syahnaz. Ia juga mengancam akan mensomasi Syahnaz dalam masalah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
Usai Buron, Taufik Hidayat Tersangka Kasus Penyekapan Cileunyi Ditangkap
-
I'm Back! Kata-kata Cristiano Ronaldo Usai Cetak Brace, Sindir Lionel Messi
-
Udah Siap Belum? Cristiano Ronaldo Bakal Bawa Portugal Juara Piala Dunia 2026
-
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
-
Kok Sepi, Mana Suaranya? Sindiran Pedas Sang Kakak Usai Cristiano Ronaldo Cetak Brace
-
Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering