Atiek CB dan Ronnie Sianturi mengenang kembali masa-masa pernikahan mereka.
Dua penyanyi legendaris Indonesia, Atiek CB dan Ronnie Sianturi muncul sebagai bintang tamu Pagi-Pagi Ambyar yang ditayangkan Trans7. Terasa kental nuansa nostalgianya, karena keduanya pernah menjadi pasangan suami-istri.
Pernikahan mereka, seperti diceritakan Ronnie Sianturi, salah satu dari vokalis Trio Libels yang beranggotakan Edwin Manansang, Yanni Airlangga, dan ia sendiri, berusia pendek.
"Kami pacaran setahun, lalu menikah selama tiga tahun," ungkapnya, yang ditimpali Atiek CB jenaka, "Tiga tahun? Lama ya, perasaan sebulan."
Kemudian Dewi Perssik, salah satu presenter menanyakan apakah keduanya saat itu seperti sekarang. Akrab satu sama lain dan berteman.
"Oh, tidak, baru setahun kemudian saya tandatangani surat cerai. Karena saya belum bisa menemukan alasan: seorang Atiek CB mengajak saya menikah, kemudian dia pula yang mengajak cerai," jawab Ronnie Sianturi.
"Jadi, memang saya yang memaksa dia buat mengawini saya," papar Atiek CB tentang Ronny Sianturi, yang disambut tawa berderai dari para presenter acara itu.
"Kau yang mulai, kau yang mengakhiri," komentar Rian Ibram menyitir sebuah lirik lagu, dan lagi-lagi disambut tawa berderai Atiek CB.
Jangka setahun belum rela memberikan tanda tangan sebagai bukti perceraian, Ronnie Sianturi menyatakan Atiek CB selalu ditolaknya bila ke rumah. Sampai mantan istrinya itu harus lompat pagar buat menemuinya.
"Ya, karena saya sudah mau nikah lagi," kata Atiek CB menyatakan alasannya lompat pagar.
"Ia bilang "Kasihani aku, dong, masa kamu biarkan berzinah"," kenang Ronnie Sianturi menirukan kalimat Atiek CB pada saat itu.
"Saya pikir, "Benar juga ya, kalau tidak memberikan artinya saya membiarkan dia dalam perzinahan"," ungkap Ronnie Sianturi.
Dari kejadian itu, keduanya kemudian mengambil langkah positif, tidak lagi bermusuhan.
"Setelah melepaskan rasa pengampunan, kita jadi berteman. Jodoh bisa berhenti di tengah jalan, tetapi persaudaraan selama-lamanya," ungkap Ronnie Sianturi memberikan makna yang dalam akan kesempatan yang mereka berdua dapatkan kini, sebagai teman.
Berita Terkait
-
Bercermin dari Meninggalnya Sinead O'Connor, Ini Pentingnya Pedulikan Kesehatan Mental
-
Jazz Gunung 2023 Memantapkan Diri dalam Konsistensi Lokalitas Karya
-
Saipul Jamil Rela Bongkar Dosa Masa Lalu Demi Serang Dewi Perssik: Keluar Maunya Banyak
-
Denny Caknan Mulai Geram Hubungannya dengan Happy Asmara Terus Diungkit Meski Sudah Menikah
-
Tak Bawa 'Label Partai,' Dua Jam Diskusi Prabowo dan Budiman Bahas Masa Lalu Saat Saling Berhadapan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung