Anak Pinkan Mambo, MA, membuat pengakuan miris seputar pelecehan seksual yang dilakukan sang ayah tiri saat masih berusia 12 tahun.
Curhatan itu dia sampaikan dalam sebuah podcast bersama Nadia Alaydrus belum lama ini.
Mirisnya lagi, Pinkan Mambo sebagai ibu kandung tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan suaminya terhadap putrinya tersebut.
Alih-alih membela MA, Pinkan justru balik menyalahkan sang anak.
"Kejadian lagi tuh terakhir, terakhirnya dia takut dia bilang gitu, ya kalau takut masuk dan kunci kamar karena mami kan harus kerja aku bilang, harus kerja keluar rumah," ujarnya dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, dikutip Senin (31/7/2023).
Dia menegaskan, jika putrinya itu seharusnya mengunci rumah dan memahami kondisi bahwa ibunya sedang keluar rumah untuk bekerja.
"Kamu harus masuk dan kunci, karena saya harus cari uang," tambahnya.
Bahkan, Pinkan Mambo menyangkal jika itu merupakan tanggung jawabnya sebagai ibu yang harus menjaga putrinya sendiri.
"Nggak mungkin dong ngurusin hal gituan. Anak saya mau makan apa, susunya segala macem," ujarnya lagi.
Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Tentang Kecerdasan Anak, Ditentukan oleh Faktor Genetik?
Tidak sampai di situ, mantan parter duet Maia Estianty itu malah balik mempertanyakan posisi MA yang sudah ada di kamarnya ketika dirinya kembali dari bekerja.
"Pas saya pulang, ngapain dia ada di kamar saya, logikanya kalau orang ketakutan ngapain ada di kamar aku," katanya.
Dirinya juga menyangkal keterangan MA saat dikatakan eksekusi yang dilakukan sang ayah tiri saat orang tidak ada di rumah.
"Dia bilang nggak ada mbak, loh mbaknya banyak, ada lima waktu itu, banyak banget mbaknya, pada kemana mbaknya, kecuali nggak ada mbak nggak ada yang jagain anak kecil," tuturnya.
Pingkan Mambo mengaku tidak bisa membela siapapun dengan alasan dirinya tidak ada di tempat kejadian kala itu.
"Saya serahin aja, saya juga nggak ada di tempat kok. Bilang mo bela suami juga saya nggak tau kejadiannya, mau bela MA nggak tau kejadiannya ya gimana, gimana saya mau bela, gitu lah pokoknya," bebernya.
Mirisnya lagi, Pinkan Mambo beranggapan apa yang disampaikan Michelle Ashley adalah pembunuhan karakter terhadap dirinya, karena merupakan fitnah yang tidak benar.
"Makanya jangan membunuh karakter, jangan bunuh karakter saya. Apalagi itu fitnah, itu nggak benar, itu berdosa," imbuhnya.
"Biar lah namanya anak kecil, nggak perlu kita musihin anak kita sendiri," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026