Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Zainudin Amali mengatakan banyak hal yang harus diperbaiki oleh tim nasional U-17 asuhan pelatih Bima Sakti.
Itu disampaikan Amali usai bertemu dengan konsultan pelatih Timnas U-17, Frank Wormuth. Amali juga mengatakan dari pertemuan dengan konsultan asal Jerman itu, muncul usulan agar para pemain Garuda Muda diciutkan lagi, diambil yang paling berkualitas untuk ikut berlatih di Jerman.
Amali mengatakan dari puluhan pemain yang lolos seleksi dan dilatih oleh Bima Sakti, akan diambil sekitar 30 orang untuk mengikuti pemusatan latihan di Jerman pada September hingga Oktober.
“Jadi sekarang kan sudah selesai mereka. Kita akan seleksi lagi, mengecilkan lagi. Kan dari skuad yang ada kemudian tambahan 42 pemain dari seleksi 12 kota, dan ini semakin mengerucut sehingga nanti ujungnya yang dibawa ke Jerman itu tinggal sekitar 30-an pemain,” kata Amali di Jakarta, Senin (7/8/2023).
“Bahkan kalau bisa, tadi diskusi dengan Frank Wormuth, itu kemungkinan bisa diturunkan lagi. Jadi kami mau bahwa yang benar-benar yang sudah kualitas sesuai dengan standar. Tapi sementara ini masih harus seleksi dulu, terutama mereka yang didapatkan dari 12 kota,” imbuh dia.
Pada awal Agustus, PSSI merampungkan seleksi pemain untuk timnas U-17 yang digelar di 12 kota, di antaranya Bandung, Palembang, Gianyar, Jakarta, Tangerang, Samarinda, Solo, Banjarmasin, Medan, Surabaya, Manado, dan Makassar.
Dari seleksi 12 kota tersebut didapatkan 42 pemain yang lolos dan dijadwalkan akan bergabung dengan skuad utama timnas U-17 yang sedang pemusatan latihan di Jakarta, pada 15-17 Agustus.
Selain itu, Amali mengatakan masih banyak yang perlu dibenahi pada Timnas U-17 besutan Bima Sakti. Ini dikatakan Amali setelah Timnas U-17 menelan dua kekalahan ketika menghadapi Barcelona Juvenil A dan Kashima Antlers U-18.
Ia mengatakan setelah berdiskusi dengan Ketum PSSI Erick Thohir, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri dan Frank, ditemukan banyak hal yang perlu dibenahi dari tim Bima Sakti.
Baca Juga: Frank Wormuth Paparkan Perkembangan Timnas U-17 ke Erick Thohir, Pelatih Bima Sakti Tak Kelihatan
“Tadi sempat diskusi, saya mendampingi ketua umum dengan coach Indra Sjafri dan konsultan teknik Frank, dia sudah memaparkan beberapa hal yang perlu dibenahi,” kata Amali.
Meski demikian Amali menegaskan tidak ada perbedaan signifikan pada kualitas pemain hasil seleksi timnas U-17 yang berisi gabungan pemain lokal dan diaspora.
“Tidak, kalau untuk U-17, bahkan diaspora banyak yang tidak lolos (seleksi),” tutup Amali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan