/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 11:13 WIB
Potret Antoni Milambo. ([Instagram/antomilambo._])

Pemain muda asal Belanda, Antoni Milambo dikabarkan akan segera bergabung sebagai pemain diaspora Timnas U-17 Indonesia. Disebutkan bahwa bergabungnya Antoni Milambo berkat Frank Wormuth yang membantu Bima Sakti

Namun setelah melakukan pengecekan fakta, kabar Bima Sakti datangkan pemain diaspora gelandang Feyenoord untuk perkuat Timnas U-17 itu merupakan informasi palsu atau hoaks. 

Kabar itu sendiri berasal dari kanal YouTube ARP yang mengunggah video berjudul "MUTIARA HITAM MUDA DITEMUKAN! FRANK WORMUTH BANTU BIMA SAKTI CARI PEMAIN DIASPORA UNTUK TIMNAS U-17".

Pada thumbnail video terdapat keterangan dengan narasi serupa yang dilengkapi potret Antoni Milambo dan Frank Wormuth. 

Hingga kini, video berdurasi 3 menit 31 detik itu telah ditonton sebanyak lebih dari 4.200 penayangan. Lantas, benarkah Bima Sakti datangkan Antoni Milambo untuk perkuat Timnas U-17 Indonesia?

Benarkah Bima Sakti datangkan Antoni Milambo untuk perkuat Timnas U-17. (sumber: [YouTube/ARP])

PENJELASAN:

Klaim yang menyebut bahwa Bima Sakti dibantu Frank Wormuth mendatangkan Antoni Milambo untuk bergabung dengan Timnas U-17 merupakan berita bohong. 

Narator dalam video itu hanya membacakan ulang berita mengenai Frank Wormuth yang membantu Bima Sakti mencari pemain diaspora tambahan untuk Timnas Indonesia U-17.

Dalam artikel tersebut, dijelaskan bahwa Frank Wormuth membantu Bima Sakti untuk mencari pemain diaspora tambahan untuk Timnas U-17. 

Baca Juga: Tato Pistol Nyempil di Bawah Ketiak, Intip 5 Potret Seksi Amanda Manopo Pakai Gaun Transparan

Namun menurut situs Transfermrkt, Antoni Milambo saat ini sudah berusia 18 tahun. Artinya, ia tidak bisa bergabung di Timnas U-17 maupun berlaga di ajang Piala Dunia U-17. 

Dengan kata lain, kabar yang menyebut bahwa Bima Sakti mendatangkan Antoni Milambo untuk bergabung dengan Timnas U-17 adalah hoaks.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More