Nursyah, ibunda Indah Permatasari, mengatakan ia sempat ingin bunuh diri saat puterinya menikah dengan Arie Kriting. Hal ini diungkapkannya saat jadi tamu di Podcast Ngobrol Asix yang dipandu Ashanty.
Nursyah mengatakan ia sempat ingin mengakhiri hidup saat mendengar gosip bahwa Indah Permatasari sudah menikah siri dengan Arie Kriting pada 2018 silam.
“Di situ hancur Kak saya. Anakku yang tidak tahu apa-apa, tidak pernah marah, loh kok kawin tidak kasih tahu kita. Di situ saya diam Kak, kepengen bunuh diri saya," kata Nursyah, sembari menangis, dalam video yang tayang di Youtube pada Senin (21/8/2023).
Ia juga bercerita, sejak mengenal Arie Kriting puterinya menjadi pribadi yang aneh. Karenanya ia menduga Arie Kriting telah memperdayai anaknya itu dengan jampi-jampi.
Nursyah membeberkan Indah termasuk anak yang tidak bisa marah. Tapi hal itu berubah semenjak anaknya mengenal Arie, Nursyah menilai, Indah mulai membenci dirinya dan arogan.
"Anakku yang tidak biasanya marah, tidak biasanya benci sama saya jadi arogan begitu," kata Nursyah.
Tak hanya itu saja, Nursyah bahkan secara blak-blakan mengklaim Indah berubah menjadi liar setelah mengenal Arie.
"Anakku jadi liar," selorohnya.
Nursyah juga mengungkapkan Indah pernah ngotot ingin pergi ke Papua demi Arie Kriting. Saat mencoba menegur anaknya tersebut, Nursyah mengungkap Indah malah mengamuk dan memarahi dirinya.
Lebih lanjut, Nursyah juga menyebut ada seseorang yang memberinya kabar bahwa anaknya tersebut sudah menikah siri secara diam- diam.
Semua tudingan Nuryah itu sudah dibantah baik oleh Indah Permatasari maupun Arie Kriting. Pasangan ini menikah pada 12 Januari 2020 lalu secara terbuka, meski tak dihadiri Nursyah.
Arie Kriting dan Indah Permatasari dianugerahi seorang anak pada 1 September 2022 lalu.
Disclaimer: Artikel di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026