Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll membeberkan penyebab mengapa Persija gagal mengalahkan Persib Bandung dalam laga pekan ke-11 BRI Liga 1 2023-2024. Menurutnya, kekalahan Persija disebabkan oleh oknum yang berkhianat.
Namun usai dilakukan pengecekan fakta, informasi tersebut merupakan disinformasi atau berita yang mengandung kebohongan atau hoaks.
Kabar palsu itu disebarkan oleh kanal YouTube LIGANYA WAKANDA yang mengunggah video berdurasi 2 menit 28 detik dengan judul "AKHIRNYA TERBONGKAR!! Thomas Doll Bongkar Penyebab Persija Gagal Lawan Persib Karena Penghianat".
Saat artikel ini ditulis, video itu sendiri telah ditonton sebanyak 810 penayangan. Lantas, bagaimana penjelasan dari klaim di atas?
PENJELASAN:
Narator dalam video tersebut menyampaikan bahwa terbongkarnya skenario untuk menjegal Persija agar gagal mengalahkan Persib Bandung.
Narator menyebut bahwa Thomas Doll mengutarakan unek-uneknya dengan mengatakan bahwa Persija sering dirugikan oleh keputusan wasit, termasuk laga melawan Persib pekan lalu.
Narator kemudian menyebut ada oknum yang memiliki masalah pribadi dengan Persija, sehingga sering menjegal langkah mereka untuk merebut kemenangan.
Namun setelah dilakukan pengecekan, informasi tersebut masih diragukan kebenarannya. Pasalnya, tidak ditemukan adanya penjelasan maupun pengumuman resmi dari Thomas Doll yang menyebut adanya oknum pengkhianat di laga Persija vs Persib.
Baca Juga: Arya Saloka dan Amanda Manopo Gelar Acara Prewedding Besar-besaran, Benarkah?
Sang pelatih asal Jerman itu hanya mengutarakan kekesalannya terhadap kepemimpinan wasit, namun tak ada tuduhan sebagaimana klaim yang tertera pada judul.
Isi video tersebut terbukti tidak selaras dan kabar yang menyebut bahwa Thomas Doll yakin ada oknum yang berkhianat di laga Persib Bandung vs Persija Jakarta itu merupakan berita hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi
-
Ribuan Relawan Makan Bergizi Gratis di NTB Demo Turun ke Jalan
-
Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap
-
Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini
-
Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja
-
Francisco Conceicao: Kami Bukan Pelayan Cristiano Ronaldo!
-
Kejati Sulsel Vs Bahtiar Baharuddin: Saling 'Serang' Bukti di Sidang Praperadilan Bibit Nanas
-
Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius
-
DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta
-
Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot