PDI Perjuangan meraih kemenangan besar ketika mengusung Joko Widodo, mulai dari jabatan Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, sampai tentu saja menjadi Presiden periode 2014-2024.
Namun tak disangka, Jokowi pernah hampir dijegal oleh partainya sendiri ketika hendak mencalonkan diri sebagai DKI 1 periode 2012-2017. Sebab kala itu PDIP mempertimbangkan masalah modal pencalonan yang tidak sedikit.
Kisah ini diungkap oleh pengamat politik Hasan Nasbi yang sudah menjadi promotor Jokowi sejak Desember 2011. Kala itu Hasan mengaku tidak sempat bertemu dengan Jokowi yang sedang menjalankan fit and proper test kandidat Bacagub DKI Jakarta di DPP PDIP.
"Malamnya Pak Jokowi cerita bahwa beliau hanya menjalani fit and proper test selama 5 menit saja, tanpa ada pertanyaan macam-macam. Yang ditanyakan cuma satu lah kira-kira, intinya ini Jakarta, Pilkada-nya pasti mahal, Anda punya kemampuan nggak untuk itu?" kata Hasan, dikutip pada Rabu (20/9/2023).
"Pak Jokowi cuma jawab, 'Ya saya mampu'. Tapi kalau ditanya mampunya berapa, Pak Jokowi nggak mau jawab, cuma bilang, 'Ya ada, mampu'. Sementara kandidat yang lain menjalani fit and proper test itu 1 jam lebih," sambungnya.
Karena itulah Jokowi sudah merasa pesimis dengan fit and proper test-nya lantaran tidak sebanding dengan kandidat lain, apalagi karena yang ditanya pertama adalah perihal modal pencalonan.
Hasan tak menampik bahwa PDIP memang meragukan Jokowi dari segi modal, karena itulah berniat untuk mengorbitkannya sebagai Gubernur Jawa Tengah yang ongkos politiknya relatif lebih murah.
"Tapi kan Bapak punya pendukung setia, yang sudah lebih dahulu menyatakan akan mengusung Pak Jokowi di Jakarta. Lalu Pak Jokowi berinisiatif menelepon mereka," terang Hasan.
Lantas siapa saja yang ditelepon olehnya? "Pak Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Jusuf Kalla, dan Djan Faridz, begitu menurut cerita Pak Jokowi," tutur Hasan.
Baca Juga: Prabowo Ungkit Momen Presiden Jokowi Dimaki Rocky Gerung: Nggak Ngadu-Ngadu ke Hukum
Saat itulah para tokoh yang dihubungi mengaku tetap berkomitmen mendukung Jokowi, bahkan siap merayu PDIP supaya berkenan memberikan tiket kepadanya.
"Orang yang paling ngotot mengusung Pak Jokowi di Jakarta adalah Prabowo Subianto, karena saat itu sangat kagum dengan cara-cara Pak Jokowi mengelola Solo. Makanya Pak Prabowo itu ngotot sekali mengusung Pak Jokowi di Jakarta," ujar Hasan.
Peran penting Prabowo tidak berhenti sampai di sana, sebab purnawirawan TNI itu pula yang menemukan dan mendorong Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok agar dipasangkan dengan Jokowi.
"Kan secara logika waktu itu sangat berisiko, mengusung seorang keturunan Tionghoa menjadi calon Wakil Gubernur Jakarta, tapi Prabowo ngotot," tandas Hasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai