Budayawan Sujiwo Tejo turut mengomentari sosok ketiga Bacapres 2024, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.
Namun tidak langsung secara spesifik membahas ketiganya, Sujiwo awalnya menyentil para kandidat pejabat publik yang kerap melakukan pencitraan demi memikat hati masyarakat.
Termasuk yang paling menjamur adalah dengan berpura-pura religius. "Kenapa sih setiap kali ada Pemilihan Presiden, semua menjadi kiai? Aktinya gini lho (menyatukan dua telapak tangan)," ucap Sujiwo Tejo, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Jumat (22/9/2023).
Padahal menurut Sujiwo Tejo, tidak ada yang salah bila kandidat pilpres kemudian membuat pose yang lebih nyeleneh.
"Ini (pemilihan) presiden lho, nggak ada urusan sama moral," tegas Sujiwo Tejo. "Setiap Pemilihan Presiden jadi kiai semua, (padahal) aku nggak milih kiai aku milih presiden!"
"(Tapi) generasi Z sudah tahu itu. Jadi percuma sampeyan gini-gini (bertingkah seperti kiai), udahlah, apa adanya aja deh," sambungnya menekankan bahwa pemilih-pemilih muda sudah tidak terpengaruh pencitraan seperti itu.
Lalu blak-blakan Sujiwo Tejo menguliti ketiga bacapres dan pencitraan mereka. Rupanya menurut Sujiwo Tejo, hanya ada satu kandidat yang disebutnya tidak plastik alias menampilkan kesan apa adanya.
"Yang apa adanya di antara tiga ini, tapi nanti aku dikira dukung Prabowo. Sorry ya, aku nggak dukung. Tapi dari tiga ini, yang tidak plastik, sorry ya aku bukan dukung Prabowo, (tapi) yang tidak plastik Prabowo," ujarnya.
"Maka kalau mau kontestasi imbang, bikin Anies tidak plastik, bikin (Ganjar tidak plastik), biasa saja. Aku ini pengajar teater, kelihatan. Tapi aku nggak dukung Prabowo karena aku nothing to do dengan politik," pungkasnya.
Baca Juga: Aib Ganjar Pranowo Suka Nonton Porno Terus Dikuliti, Sujiwo Tejo Tak Habis Pikir: Munafik!
Sebelumnya Sujiwo Tejo juga sempat menyentil upaya saling sindir-menyindir antarkubu pendukung bacapres. Pasalnya aksi ini malah berujung menguliti aib yang dinilai Sujiwo Tejo tidak elok untuk dilakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026