Partai Demokrat sudah resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
Deklarasi itu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat pada Kamis (21/9/2023).
Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menilai bahwa deklarasi yang dilakukan oleh AHY tersebut memberikan dampak positif kepada Prabowo dan Demokrat .
"Kalau disampaikan apakah ada mudarat politiknya, menurut saya hampir tidak ada, pasti memberikan dampak positif bagi Pak Prabowo," kata Hanta dikutip dari tayangan kanal YouTube KOMPASTV pada Jumat (22/9/2023).
"Termasuk juga bagi Partai Demokrat setelah berpisah dengan Anies Baswedan. Demokrat memberikan faedah politik jauh lebih besar," imbuhnya.
Dikatakan oleh Hanta Yuda, deklarasi ini menunjukkan bahwa kini Demokrat sudah move on dari Koalisi Perubahan yang lebih memilih Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan.
"Ini akan mengirimkan pesan kepada publik bahwa Partai Demokrat sudah move on. Jadi sudah masuk babak baru dalam era Pilpres 2024. Demokrat sudah tidak memikirkan lagi cerita Anies Baswedan," terang Hanta.
Selain itu, deklarasi ini juga sekaligus menunjukkan bahwa partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu lebih serius dalam mengusung capres koalisinya.
"Ini juga memberikan pesan bagi Demokrat ingin memberikan pembuktian. Kalau sebelumnya kecewa, pasti dia ingin menunjukkan pembuktian, 'Ini kami Demokrat'. Jadi saya kira Demokrat akan lebih serius jauh memenangkan Pak Prabowo," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa