Proses dalam berprestasi dan cara apresiasi kepada orang lain perlu dipertimbangkan seperti disebutkan Bambang Pamungkas alias Bepe.
Keberhasilan Coach Shin Tae-yong membawa Timnas Indonesia memperoleh prestasi bisa dicatat. Antara lain melejitkan ranking Indonesia di urutan negara-negara peserta Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA. Dari urutan 177 menjadi 151.
Kemudian bisa membawa Timnas Indonesia perdana, lolos ke Piala Asia U-23 2024. Sebuah pencapaian seru, mengingat Indonesia menunggu 18 tahun sejak gelaran dimulai pada 2013. Selain itu masih ada keberhasilan merebut medali perunggu di SEA Games 2021, serta runner-up Piala AFF 2020.
Meminjam kalimat Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI, Erick Thohir, sepak bola adalah sebuah proses, tidak bisa instan. Demikian pula pernyataan bola itu bundar, semua bisa terjadi di lapangan.
Demikian pula pada Coach Shin, demikian ia disapa. Memang Timnas Indonesia terus berproses dan terus menuju ke titik target sebagai juara. Namun di sisi lain, apa yang telah dikerjakan Coach Shin Tae-yong selalu terasa kurang. Ini bisa ditangkap dari pendapat beberapa komentator bola Tanah Air.
Bukan anti-kritik. Semua pandangan, saran, unek-unek bahkan, bila bertujuan memberikan dukungan atau support pasti menjadi pemicu bersifat positif. Akan tetapi pembahasan berulang-ulang tentang pencapaian belum maksimal malahan membuat bosan karena yang mendengarkan tidak merasa mendapatkan asupan atau pembelajaran, bahkan pemahaman lebih dalam.
Karena itu, pendapat legenda sepak bola Bambang Pamungkas bisa dipinjam untuk wacana, bagaimana mesti bersikap, mengkritisi, bahkan memahami kinerja seorang pelatih sepak bola. Melihat sebagai keseluruhan pencapaian dan tidak menilai di satu sisi saja.
Dikutip dari Moots, salah satu mitra Suara.com, Bambang Pamungkas memberikan pernyataan mendalam tentang cara menghargai seorang pelatih sepak bola.
"Bagi saya, mau itu lokal, mau itu asing, atau bahkan dari planet lain sekali pun, selama dia membawa nama bangsa dan negara Indonesia, dan berhasil mengharumkannya dengan prestasi, maka wajib hukumnya kita memberikan dukungan dan apresiasi," papar Bambang Pamungkas, mantan pemain Timnas Indonesia dalam sebuah video di Instagram yang diunggah akun bernama @bangga.garuda.
Menurut mantan pemain pro untuk Persija Jakarta itu, siapa pun sosok yang mendidik, dan siapa pun bermain dan membawa nama Skuad Garuda ke arah yang lebik baik harus didukung.
Karena siapapun yang berperan memajukan sepak bola Indonesia pastilah cinta bola serta ingin berbuat lebih bagi negeri kita.
Pernyataan Bambang Pamungkas ini juga mendapat dukungan penuh para pemirsa. Dituliskan di kolom komentar bahwa Bambang Pamungkas adalah sosok legenda bola yang bijak.
Berita Terkait
-
Calon Pemain Naturalisasi Banderol Rp 13 M Ini Tunjukkan Kualitas Sampai Diberi Aplaus Marc Klok
-
Korea Utara Susah Dipelajari, Pelatih Negeri Kim Jong-un Sampaikan Bakal Ganjal Timnas Indonesia di Kualifikasi Grup F Asian Games 2022
-
Punya Harga Pasaran Rp 4,35 M, Apakah Pencetak Brace AFC Cup Ini Bakal Dipanggil Coach Shin Tae-yong Perkuat Timnas Indonesia?
-
Harga Pasarannya Lebih Murah dari Rumah Seken di Tangsel, Ini Profil dan Biodata Wen-Yen Chin Si Pembobol Gawang Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia Hadapi Korea Utara di Grup F Asian Games 2022, Apakah Negara Kim Jong-Un Doyan Bola atau Lebih Suka Taekwondo?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Terpopuler: Kompetitor Beringas Siap Libas R15, Motor Listrik BGN Jadi Sorotan
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Lewat Musik di Album Terbaru, Grego Julius Dekatkan Umat pada Bunda Maria
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
4 Shio yang Diprediksi Penuh Keberuntungan dan Energi Positif pada 8 Mei 2026
-
Warga Palembang Dijanjikan Imbalan Jika Rekam Pembuang Sampah, Efektifkah?