Kemunculan Ketua Umum PKB sekaligus bacawapres Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang ikut mendatangi kediaman Habib Rizieq Shihab mengundang perhatian. Cak Imin bersama Anies Baswedan datang untuk menghadiri pernikahan putri Habib Rizieq di kediamannya.
Pertemuan Cak Imin dan Habib Rizieq sontak santer menjadi perbincangan. Pasalnya Habib Rizieq diketahui pernah menghina Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang juga salah satu pendiri PKB sekaligus paman Cak Imin.
Cak Imin yang bersama Habib Rizieq kemudian kembali membuat cerita penghinaan Gus Dur kembali diingatkan publik.
Penghinaan itu terjadi pada awal tahun 2000-an saat Gus Dur menjabat sebagai Presiden. Kala itu Gus Dur berencana membubarkan FPI yang kemudian direspons keras oleh Habib Rizieq.
Dalam tayangan televisi nasional, secara gamblang Habib Rizieq yang saat itu masih ketua FPI menantang Gus Dur dan menyebutnya buta mata buta hati.
"Gus Dur kan tidak bisa melihat kok bisa berkeyakinan kalau orang enggak bisa melihat kok berkeyakinan. Gus Dur itu buta mata buta hati," ujar Habib Rizieq.
"Gus Dur itu tahu dari mana, Gus Dur itu buta makanya buta hatinya," imbuhnya.
Kemudian berdasarkan berbagai sumber, di tahun 2002, Gus Dur secara tegas menyebut bahwa sosok Habib Rizieq bersama Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba'asyir kala itu disebut sebagai teroris lokal atau teroris domestik.
Baca Juga: 5 Cara Efektif Menyikapi Karyawan Toxic di Kantor, Awasi Gerak-Geriknya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA