Mantan pemain Timnas Indonesia, Rochy Putiray buka-bukaan terkait praktik match fixing atau pengaturan pertandingan yang terjadi di Liga Indonesia.
Saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Mahardika Entertainment, Rochy Putiray bahkan mengaku pernah menerima dengan nominal fantastis kala berseragam Persijatim.
Rochy Putiray yang saat itu kembali ke Liga Indonesia dan memperkuat Persijatim harus menghadapi PSM Makassar. Namun dirinya memang memiliki pengalaman pahit bersama tim Juku Eja lantaran gajinya tidak dibayarkan selama 4 bulan.
Singkat cerita ada mafia bola yang menawarkan uang sebesar Rp150 juta agar tidak mencetak gol
"Main di Persijatim, ketemu PSM, mereka harus menang dan harus lolos ke Padang," ujar Rochy Putiray, dikutip Rabu (11/10/2023).
Dengan tawaran tersebut, Rochy Putiray rupanya memutuskan untuk mengambil uang tersebut dan mengadu ke manajer Persijatim, Muhammad Zein Burhan (alm).
"Orang yang sama yang datang, Andi Ahmad, dia kasih duit sama saya. Dikasih 150 juta, tapi katanya jangan bikin gol. Saya ambil duitnya, saya telfon almarhum Abang Zein," ujarnya.
"Bang, ini ada namanya Andi Ahmad, dia kasih duit 150 juta, dia bilang saya gak boleh bikin gol. Duit ini saya ambil karena menurut saya ini gaji saya yang PSM belum bayar waktu itu."
"Tapi kalau nanti sore saya bermain tidak maksimal, terserah Abang mau kasih hukuman apa buat saya, saya terima," kata Rochy Putiray mengungkap kisahnya 20 tahun lalu.
Baca Juga: LMS 2023, Perusahaan Media Didorong Segera Go Publik di Bursa Saham
"Pas pertandingan saya bikin gol, PSM nggak lolos. (Andi Ahmad) hilang sampai sekarang. Paling enggak itu gaji saya," tukas Rochy Putiray.
Seiring waktu, Rochy Putiray menuturkan ada banyak modus atau cara bagaimana mafia masuk ke pertandingan sepak bola untuk mengatur skor.
Diketahui saat ini PSSI telah membentuk Satgas Anti Mafia Sepak Bola. Tim yang dibentuk bertujuan untuk memberantas praktik match fixing di Liga Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI