Seru, Sandy Walsh minta diajari Shayne Pattynama sampai bisa mengucapkannya secara benar.
Wondering apa yang dipercakapkan anak-anak dengan galur keturunan Indonesia bila mereka tengah bersama-sama? Seru, ada semangat nasionalisme di sana. Antara lain, seperti yang dipercakapkan antara Sandy Walsh yang memiliki room-mate Shayne Pattynama.
Yup, keduanya berbagi kamar saat Timnas Indonesia berlaga menghadapi Timnas Brunei Darussalam dalam preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, leg perdana di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2023).
Saat itu, Sandy Walsh yang lahir di Bruxelles, Belgia, 14 Maret 1995 tengah memegang ponsel dan melakukan vlog. Ia tengah mengutarakan seputar undian untuk penggemar sembari masuk kamar di mana Shayne Pattynama tengah bersandar sembari mengecek ponsel pula.
"Ini, saya masuk kamar, dan kenalkan room-mate saya, Shayne Pattinyama. Is that not how you say your name? How to spell your name, Bro?" ucap Sandy Walsh buru-buru kepada Shayne sembari menambahkan hadiah akan diberikan kepada penggemar, dan Shayne tidak mendapatkan kesempatan itu.
Shayne tersenyum sembari memberikan kode "V" di belakang Sandy Walsh.
"Patty ... nama," Shayne Pattynama yang lahir di Lelystad, Belanda 11 Agustus 1998 dengan sabar mengajarkan cara pelafalan namanya secara benar.
"Pattynama," kembali Shayne melafalkannya hingga Sandy Walsh berhasil.
"Yes Sir, okay, sorry, Bro," ungkap Sandy Walsh kemudian dengan senyum lebar dan wajah menyiratkan permohonan maaf, siap tidak salah lagi untuk saat mendatang.
Shayne Pattynama membalasnya dengan lambaian dan bibir tersungging. Bisa dibayangkan, dua orang ini seru membahas galur leluhur mereka serta semangat kebangsaan di saat tengah bersantai. Sebuah percakapan tentang negeri yang menjadi bagian dari keduanya, selain membicarakan sepak bola sebagai bagian dari keseharian mereka sebagai Timnas Indonesia.
Sandy Walsh resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) pada November 2022. Sedangkan Shayne Pattynama mendapatkan status sama pada Januari 2023.
Baca Juga: Rafael Struick Kembaran Sepatu dengan Marselino Ferdinan, Pilihan Warna Mereka di Luar Dugaan!
Let's make Garuda Team great, Dudes!
Tag
Berita Terkait
-
Rafael Struick Kembaran Sepatu dengan Marselino Ferdinan, Pilihan Warna Mereka di Luar Dugaan!
-
Saat Ketua Umum PSSI Kenalkan Bek Banderol Rp 8,25 M Ini, Semua Memanggilnya Sayang Sebagai Mas Tejo
-
Alami Kemajuan, Timnas Indonesia Besutan Bima Sakti Makin Siap Hadapi Piala Dunia U-17 2023
-
Sempat Tolak Ambil Penalti, Ternyata Ini Alasan Sandy Walsh Serahkan Peluangnya ke Ramadhan Sananta
-
Timnas Brunei "Kelar" Nih Hokky Caraka Bakal On Fire di Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ngamuk Nih Hok?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel