Posisi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Pemilu 2024 mendatang disebut bisa saja mentok hanya sebagai Calon Wakil Presiden alias Cawapres. Hal tersebut diungkapkan Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun.
Dalam chanel YouTubenya Warta Ekonomi TV tampak menganalisis empat king maker yang akan mempertaruhkan strategi mereka dalam Pilpres 2024 mendatang.
Salah satu sosok yang dibahas yakni Prabowo Subianto yang posisinya disebut cukup unik. Tak hanya sebagai king maker, Prabowo juga bersemangat mengejar kursi RI 1.
Meski demikian, menurut Refly, pada pemilu 2024 mendatang nasib Ketua Umum Partai Gerindra itu bisa saja berubah jika PKB yang diketuai Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memutuskan batal berkoalisi.
"Prabowo masih tanda tanya, fifty-fifty, karena dia bisa ditelikung ketika PKB mengatakan tidak jadi berkoalisi dan dia tidak bisa standing alone," jelas Refly, dikutip dari WartaEkonomi.co.id (Jaringan Suara.com), Senin(26/12/2022).
Menurut Refly, saat berada di fase tersebut, ada dua opsi yang bisa dipertimbangkan oleh Prabowo. Pilihan pertama Prabowo dengan Partai Gerindranya mendukung Anies Baswedan dengan bergabung dengan koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai NasDem, Partai demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Selain itu, Prabowo juga bisa memilih opsi kedua yakni bergabung dengan kubu PDIP dan Megawati Soekarnoputri. Meski demikian, posisi tawar Prabowo dalam dua opsi tersebut bukan lagi sebagai Presiden.
"Hanya memang posisi tawarnya tidak lagi sebagai calon presiden, tetapi calon wakil presiden. Tapi apakah dia mau atau tidak, this is the question," papar Refly.
Menurutnya, simulasi pencalonan Prabowo ke depan bila Partai Gerindra ditinggalkan PKB akan berujung seperti itu.
Baca Juga: Urgensinya Apa? Mahfud MD Colek Prabowo Soal Deddy Corbuzier Dapat Pangkat Letkol Tituler
"Jadi kalau dia bergabung dengan kubu Anies, mungkin dia punya pilihan menjadi Anies-Prabowo. Kalau bergabung dengan kubu Istana plus PDIP, bisa menjadi Ganjar-Prabowo," jelasnya.
"Ini menarik seandainya Megawati Soekarnoputri mau mencalonkan Ganjar. Karena Ganjar tanpa dicalonkan oleh PDIP itu tidak akan sakti. Kesaktiannya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," sambungnya.
Refly lalu mengungkap selentingan kabar bahwa PDIP tidak berkenan mengusung Ganjar menjadi penerus Jokowi karena alasan personal yang tidak layak dibuka ke publik.
"Walaupun isu yang berkembang PDIP tidak begitu suka kalau Ganjar yang maju, karena ada alasan-alasan yang tentu tidak elok kalau diungkapkan. Alasan-alasan yang, personal relationship dan sebagainya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Elektabilitas Anies Baswedan Kalahkan Prabowo Subianto, Survei Poltracking Indonesia: Ganjar Pranowo Tetap Tertinggi
-
Sandiaga Uno Siap Maju di Pilpres 2024, Begini Instruksi Prabowo Subianto
-
Urgensinya Apa? Mahfud MD Colek Prabowo Soal Deddy Corbuzier Dapat Pangkat Letkol Tituler
-
Menhan Prabowo Subianto Berkunjung ke Prancis, Jet Tempur Canggih Dasaault Rafale segera Parkir di Hanggar TNI AU?
-
Siap Lawan Prabowo di Pilpres 2024, Anies Baswedan Tidak Akan Mengungkit Jasa Partai Gerindra
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung