Forum Silaturahmi Organisasi Islam (FSOI) Jawa Barat mendesak DPRD setempat untuk memanggil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait pernyataannya soal Kesra Jabar Gate Rp 1 triliun pada Nahdlatul Ulama Jabar.
Mereka meminta DPRD Jabar untuk mendesak Ridan Kamil menjelaskan pola dan dasar pengalokasian Hibah APBD selama ini, termasuk alokasi dana hibah Rp 1 Triliun kepada NU Jawa Barat.
Tak hanya itu, mereka juga meminta agar lembaga-lembaga negara yang berwenang seperti BPK, Ombudsman dan KPK untuk turut mencermati, mengawasi dan atau memeriksa pengalokasian dana Hibah APBD Jabar di masa kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil.
“FSOI Jabar juga mengajak seluruh elemen Organisasi dan Warga Jawa Barat untuk ikut berpartisipasi aktif mengawasi jalannya Pemerintahan Jawa Barat,” tulis pernyataan sikap FSOI Jabar yang diterima, Rabu (4/1/2023).
“Khususnya yang menyangkut tata kelola keuangan termasuk pola pengalokasian dana Hibah APBD Jawa Barat kepada Organisasi Kemasyarakatan,” tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akhirnya bertemu dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat untuk mengklarifikasi soal bantuan Rp1 triliun yang jadi polemik di internal NU Jabar.
Ridwan Kamil mengatakan, hasil pertemuan dengan PWNU Jawa Barat tadi menjelaskan secara mendalam soal bantuan Rp1 triliun untuk Nahdlatul Ulama Jabar.
Menjelaskan terkait kemana saja anggaran Rp1 triliun untuk NU Jabar, khususnya untuk masyarakat Jawa Barat yang memang berafiliasi kepada Nahdlatul Ulama Jabar.
“(Hasil pertemuan tadi), sudah tidak ada masalah itu, hanya masalah penjelasan yang dibutuhkan secara mendalam,” kata Ridwan Kamil usai pertemuan dengan PWNU Jawa Barat, Bandung, Kamis, 29 Desember 2022.
Baca Juga: Kunjungan Kerja ke Riau, Jokowi Resmikan Jalan Tol Pekanbaru - Bangkinang
“Tadi saya hadir, karena saya sangat menghormati ulama. Tadi saya menjelaskan secara mendalam, dan alhamdulilah dipahami. Itu (anggaran Rp1 triliun) untuk program-program warga Jabar yang memang berafiliasi kepada Nahdlatul Ulama, kira-kira begitu,”sambung dia.
Setelah berdiskusi tambah gubernur Jabar, ternyata memang penerima bantuan Rp1 triliun tersebut bukan kepada Nahdlatul Ulama sebagai ormas keagamaan. Melainkan kepada masyarakat Jabar yang memang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama Jabar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya
-
HP Flagship Samsung dan iPhone Dapat Aksesori Telefoto 600 mm, Tawarkan Fitur Zoom 25X
-
Menperin: Subsidi Motor Listrik Sedang Dikaji
-
Pendidikan Arifah Fauzi, Menteri PPPA yang Dikritik Usai Usul Gerbong Wanita Dipindah Ke Tengah
-
Tim SAR Lebanon Jadi Korban Rudal Israel saat Misi Penyelamatan Sipil
-
Opini: Menelaah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma Pematangsiantar
-
Kemendag Siapkan Karpet Merah Regulasi KBLI 2025, Busan: Agar Dunia Usaha Makin Adaptif!
-
Catut Nama OJK, Satgas Pasti Hentikan Kegiatan Malahayati
-
Banyak Korban Kecelakaan Kereta Api Bekasi Ulang Tahun di Hari Tragedi
-
Misteri Kasus Andrie Yunus: Tak Ada SP3 Polda Metro, Tapi Masuk Sidang Militer