Perkumpulan enam lembaga survei Asosiasi Peneliti Persepsi Publik Indonesia (Aspeppi) menyatakan sikap menolak sistem proporsional tertutup pada pelaksanaan Pemilu 2024.
"Aspeppi menyatakan sikap tidak setuju Pemilu 2024 menggunakan sistem proporsional tertutup. Kami mendorong agar Mahkamah Konstitusi atau MK tetap mempertahankan sistem proporsional terbuka dalam keputusannya," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aspeppi M. Tri Andika yang juga merupakan Direktur Eksekutif Poligov di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah alasan Aspeppi menolak sistem proporsional tertutup dalam Pemilu 2024. Di antaranya, Aspeppi menilai sistem proporsional terbuka yang sudah diberlakukan sejak Pemilu 2004 terbukti cukup memadai dalam mengurangi jurang pemisah antara aspirasi masyarakat dan para wakilnya di DPR.
Saat ini, lanjut dia, ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan, mereka dapat secara langsung menyampaikan keluh kesahnya kepada para wakilnya di DPR yang mereka pilih secara langsung untuk diartikulasikan menjadi sebuah kebijakan politik.
"Ini adalah praktik sesungguhnya dalam sistem demokrasi," ucap Andika.
Selanjutnya, Aspeppi menilai sistem proporsional terbuka telah terbukti meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam sektor politik karena posisi mereka kembali terangkat dalam tangga tertinggi untuk menentukan kekuasaan politik.
Lalu, mereka juga memandang sistem proporsional terbuka adalah buah dari perjuangan keras gerakan Reformasi 1998, yang salah satu tuntutannya adalah mengurangi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam tubuh partai politik serta elite kekuasaan.
Di samping itu, merujuk pada aspirasi masyarakat yang terekam dalam hasil survei nasional Skala Survei Indonesia (SSI) pada November 2022 lalu, ditemukan bahwa 63 persen masyarakat Indonesia mengharapkan Pemilu 2024 tetap menggunakan sistem proporsional terbuka. Hanya 4,8 persen yang setuju sistem itu diubah menjadi proporsional tertutup.
"Merujuk alasan-alasan itu, Aspeppi mendorong MK agar ikut berkontribusi menjaga demokrasi yang sudah baik ini agar tidak lagi mundur ke belakang dengan cara memutuskan sistem proporsional terbuka tetap dipakai pada sistem kepemiluan kita," ujar Andika.
Adapun Aspeppi terdiri dari enam lembaga survei, yakni SSI, Poligov, Litbang Sinpo, Simetris, Suara Politik Publik, dan Strakom Nusantara.
Saat ini, Mahkamah Konstitusi sedang menguji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) terkait sistem proporsional terbuka. Apabila uji materi itu dikabulkan oleh MK, sistem Pemilu 2024 mendatang akan berubah menjadi sistem proporsional tertutup.
Sistem proporsional tertutup memungkinkan para pemilih hanya disajikan logo partai politik (parpol) pada surat suara, bukan nama kader partai yang mengikuti pileg.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan
-
Egy Maulana Vikri Kecewa Dengan Penampilannya Musim Ini, Kenapa?
-
Kabel Tower Telkomsel Dicuri di OKU Selatan, Kenapa Infrastruktur Telekomunikasi Mudah Dibobol?
-
Harga Sawit Terjun Bebas: Petani Mengeluh, Bupati Siak Sidak Perusahaan
-
IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan
-
Bikin Heboh! Rombongan Orang Berselawat dan Main Rebana di dalam MRT Jadi Omongan
-
Siasat Licik di Cipocok Jaya, Pria di Serang Habisi Teman Wanita Lalu Gantung Jasadnya di Pohon
-
Mineral Sunscreen untuk Kulit Apa? Cek 5 Pilihan dengan Perlindungan Maksimal
-
Biadab! Sambil Hujan-hujanan, Pria Mabuk di Tangsel Cabuli Bocah Saat Main Petak Umpet
-
Intip 4 Warna Baru Honda Stylo 160: Varian Special Burgundy Paling Mewah, Apa Saja Bedanya?