- IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 6.206 pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026, berkat sentimen positif harga minyak.
- Penurunan harga minyak dunia dipicu harapan kesepakatan Amerika Serikat dan Iran terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.
- Pergerakan pasar saham dipengaruhi fluktuasi kebijakan domestik serta rebalancing indeks MSCI meskipun terdapat indikasi peluang rebound lanjutan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona hijau hingga akhir perdagangan, Senin, 25 Mei 2026. IHSG ditutup menguat 0,72 persen atau naik ke level 6.206.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG ini disumbang dari sentimen positif global dari turunnya harga minyak dunia.
Phintraco menjelaskan, penurunan harga minyak dipicu harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Pasar menilai pembukaan kembali Selat Hormuz dapat membantu memulihkan distribusi energi global dan meredakan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia.
Namun demikian, pergerakan IHSG dinilai masih dibayangi sejumlah sentimen domestik. Salah satunya terkait rebalancing indeks MSCI dan implementasi kebijakan baru pemerintah yang membuat pasar bergerak lebih fluktuatif.
Sementara itu, sektor transportasi mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 3,83 persen. Di sisi lain, sektor energi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam yakni minus 2,04 persen.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 0,15 persen ke level Rp17.744 per dolar AS.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG sempat menembus level MA5, namun kembali ditutup di bawah area tersebut. Meski begitu, indikator Stochastic RSI mulai membentuk golden cross di area oversold yang mengindikasikan peluang rebound lanjutan.
"IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.100-6.300," tulis Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: Usai 1 Persen Saham Negara Masuk, Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 25,64 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,93 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,04 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 498 saham bergerak naik, sedangkan 243 saham mengalami penurunan, dan 218 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain GRIA, LAJU, TALF, RONY, BBHI.
Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah DFAM, LKCM, ASPR, DAAZ, AREA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
-
Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun
-
Belajar dari Sejarah! Anggota DPR Misbakhun Klaim Rupiah Lemah Saat Ini Beda dari Krisis 1998
-
BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya
-
OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur
-
Wamen ESDM Buka Suara soal Ganti Rugi Blackout Listrik Sumatra
-
Usai 1 Persen Saham Negara Masuk, Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN
-
BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Rp20 Triliun untuk Perkuat Transformasi Beyond Mortgage
-
5 Rekomendasi Investasi di 2026 untuk Dapat Passive Income, Aman dan Menguntungkan
-
Wamenkeu Ungkap 3 Sumber Krisis Ekonomi Negara, Gimana Nasib RI?