/
Rabu, 01 Februari 2023 | 14:37 WIB
Korban Penyekapan dan Penganiayaan di Pangandaran (Harapanrakyat.com)

Sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang mengaku sebagai petugas dan membawa barang yang diduga senjata api jenis pistol melakukan aksi penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Korban bernama Andi Kurniawan warga blok Cicaruy Desa Karangsari, Kecamatan padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Insiden penyekapan itu tejadi pada Minggu (29/1/2023). Beruntung korban berhasil kabur. 

Kini Andi mendapat penanganan medis Puskesmas Padaherang.

Peristiwa itu bermula ketika Andi membeli rokok ke warung yang tidak jauh dari rumahnya pada sore hari.

Menurut informasi, penyekapan dan pengeroyokan itu disinyalir gegara mobil yang dibeli Andi. Namun pemilik pertama kendaraan tersebut menawar mobilnya kembali dengan harga rendah. Andi pun tidak mau menjualnya kembali karena merasa rugi.

Novan Cahya, seorang saksi mata menuturkan, pada Minggu (29/1/2023) pukul 17.00 WIB ia melihat ada orang yang dipukuli lalu diangkat paksa ke dalam mobil warna putih.

“Orang yang membawa Andi itu mengaku sebagai petugas, soalnya terdengar suara saya petugas nanti kamu jelasin di kantor,” ucap Novan Cahya dikutip dari Harapanrakyat.com--jejaring Suara.com, Rabu (1/3/2023).

Sementara itu, Korban Andi Kurniawan yang kini menjalani perawatan medis mengaku ia dibawa oleh 6 orang tak dikenal setelah membeli rokok. Tiba-tiba sebuah mini bus warna putih menghampirinya.

Baca Juga: Hari Besar Februari 2023 Nasional dan Internasional, Ada Berapa Libur Tanggal Merah?

“Satu orang turun dan membawa pistol saya pun lari, karena dengan tiba-tiba menghajar saya,” ungkap Andi Kurniawan


Setelah itu, dua temannya yang lain turun dari mobil lalu memukul Andi. Akibat kejadian ini, Andi mengalami luka memar pada sejumlah bagian tubuhnya.

“Saya lari tapi ketangkep terus saya dipukuli oleh 3 sampai 4 orang dengan benda yang mirip pistol. Tangan saya sampai diikat pakai tali plastik, mata ditutup kain,” jelas Andi.

Andi mengaku dibawa ke Tangerang. Pelaku meminta agar mengembalikan mobil yang pernah ia beli. Ketika di lokasi transit, Andi pun ke pura-pura ke kamar kecil lalu melarikan diri.

“Saya lari lalu naik taksi dan setelah itu menaiki bis menuju ke tempat bus jurusan kota Tasik, lalu naik lagi bus jurusan Banjar dan terakhir naik yang jurusan Pangandaran. Sampai rumah Rabu jam 02.00 WIB. Saya muntah-muntah lalu ke Puskesmas Padaherang,” terangnya.

Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Luhut Sitorus mengaku baru menerima laporan dugaan penganiayaan dan penyekapan.

“Baru kami terima laporannya, saat ini masih pendalaman,” singkatnya.

Load More