Baru-baru ini beredar cuitan berisi klaim warga Nahdliyin ternyata merindukan khilafah di Twitter.
Cuitan tersebut disertakan foto ribuan massa sedang berkumpul di tribun stadion dan terpasang sebuah spanduk bertuliskan “WARGA NAHDLIYIN RINDU KHILAFAH”.
Spanduk berwarna dasar putih itu dilengkapi dengan logo NU (Nahdlatul Ulama). Foto tersebut diunggah akun Twitter Pemburu Kebenaran pada 8 Februari 2023 lalu.
Akun itu menyebut foto yang ia unggah merupakan foto 20 tahun lalu alias foto pada tahun 2003. “Nemu foto thn 2003 sebelum SAS jadi ketua PBNU. Ayoo podho melek NU sing manut mbah Hasyim kwi iki do matla’ah ben ngerti !!" tulis keterangan dalam foto tersebut.
“Saat itu NU belum di rasuki orang orang Munafik yg merusaknya dari dalamnya secara perlahan sistematis dan terstruktur,” tulis akun itu dalam keterangan unggahannya.
Penjelasan
Setelah ditelusuri, spanduk bertuliskan “WARGA NAHDLIYIN RINDU KHILAFAH” dan logo NU (Nahdlatul Ulama) yang diklaim foto tahun 2023 saat NU belum dimasuki orang-orang munafik merupakan konten yang menyesatkan.
Diketahui, Foto tersebut diambil saat Konferensi Khilafah Internasional di Stadion Gelora Bung Karno pada 2007 lalu dan bukan 2003. Faktanya, spanduk itu bukan milik NU.
Saat Konferensi Khilafah Internasional pada 2007 silam, tidak ada perwakilan PBNU yang menghadiri acara yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno tersebut.
Baca Juga: Presiden Amerika Perintahkan Jet Tempur F-22 Tembak UFO di Alaska
Turnbackhoax.id (Jaringan Suara.com) juga pernah memeriksa fakta gambar tersebut pada 13 November 2019 lalu. Melalui artikel berjudul ‘[SALAH] Spanduk “Warga Nahdliyin Rindu Khilafah” Milik NU’
Diketahui, foto spanduk tersebut diambil saat Konferensi Khilafah Internasional di Stadion Gelora Bung Karno pada 12 Agustus 2007.
Dilansir dari antaranews.com panitia penyelenggara acara itu adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan peserta sekira 100 ribu orang.
Juru bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto saat itu menyebut konferensi itu mengundang peserta dari luar negeri seperti Australia, Singapura, Malaysia, Jepang, Inggris dan Denmark.
Sedangkan dikutip dari Tempo.co yang menghubungi Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU tahun 2019, Helmy Faishal Zaini mengkonfirmasi kebenaran gambar tersebut.
Menurutnya, spanduk bertuliskan “Warga Nahdliyin Rindu Khilafah” hanya mencatut nama warga NU namun bukan resmi keluaran NU.
Berita Terkait
-
Viral Mobil Patwal Jaga Nahdliyin Sholat di Pinggir Jalan Tol Sidoarjo Tuai Perdebatan Warganet
-
Nahdlatul Ulama Setuju Warga Cilebut Bogor Tolak Jemaat Gereja Ibadah Natal di Rumah
-
Dianggap Bikin Panas Warga Nahdliyin, Ridwan Kamil Akhirnya Datangi PW Nahdlatul Ulama Jabar
-
Ribut Politik Identitas, Wasekjen Demokrat Kesal Disebut Pendukung Khilafah: Saya Kristen Mertua Pendeta!
-
Bencana Alam di RI Disebut Karena 'Azab' Tak Terapkan Khilafah, Ini Respons ADDI
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan