Artis Nikita Mirzani kembali koar-koar. Kali ini bukan dengan artis lain ataupun Bunda Corla, melainkan dengan vonis Richard Eliezer alias Bharada E.
Nikita Mirzani mengomentari soal vonis Bharada E terkait kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Lewat unggahan Instagram, Nikita Mirzani memperlihatkan video kasus pembunuhan yang dilakukan Trey Alexander Relford kepada Salahuddin di Amerika Serikat pada 7 November 2017.
Di video itu terlihat Trey Alexander Relford dimaafkan oleh ayah Salahuddin, Abdul-Munim Sombat Jitmoud. Meski diberi maaf, Relford tetap dihukum 31 tahun penjara.
Nikita Mirzani seolah membandingkan kasus Bharada E dengan Relford tersebut, yang mana dinilainya kalau Richard tetap melakukan pembunuhan.
Menurut Nikita, memaafkan bukan berarti meringankan hukuman yang dia sebut hingga di luar nalar dan kebiasaan vonis pada umumnya.
"Smp jaksa pun tidak banding atas putusan 1 thn 6 bulan, Harus nya 5 th lah. Walapun dia yg membuka tabir. " kata dia, dikutip Minggu (19/2/2023).
Nikita menganggap kalau Richard jujur di persidangan karena takut dihukum mati. Dia menyebut kalau vonis itu tidak adil.
"Ga adil buat yg di suruh nembak ga mau tetep di hukum berat," sambung dia.
Baca Juga: Publik Kasihan ke Nikita Mirzani Yang Selalu Pamer Kemesraan: Sibuk Pacaran, Cowoknya Gak Kerja
Lebih lanjut Nikita menyatakan kalau keadilan belum sepenuhnya ada di Indonesia. Sebab vonis yang diberikan nyatanya terpengaruh oleh warganet.
"Jadi menurut saya org yang bodoh ini. Keadilan belum sepenuh nya ada di negara Indonesia raya ini. Semua terbuai akan sanjungan netizen. Bahkan smp ke hakim & jaksa ikut terbuai…" papar dia.
"Maafin klo salah yah nama nya jg org bodoh plus miskin lg berpendapat. Kalian aja gpp berpendapat masa saya ga boyeh," tukas Nikita Mirzani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
'Pesta Para Babi Pembangunan': Lagu Hip-Hop dari Pari Kesit yang Bikin Penguasa Kepanasan
-
Nikahan di Pendopo Tulungo Milik Soimah Bayar Berapa? Ada Paket Royal Wedding
-
Derita Pedagang di Mataram: Omzet Anjlok Akibat Bau Menyengat Tumpukan Sampah
-
Tablet iQOO Pad 6 Pro Segera Rilis: Libas Game Berat Resolusi 4K, Skor AnTuTu 4 Juta
-
Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!
-
Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono
-
Tim IKA Unhas Taklukkan Legenda PSM Makassar, Amran Sulaiman Bagi-bagi Hadiah Ratusan Juta
-
La Roche Posay Effaclar Mat Moisturizer untuk Apa? Ini Manfaat dan Keunggulannya
-
Dari Le Mans ke Catalunya, Siapkah Jorge Martin Lanjutkan Tren Kemenangan?
-
Enola Holmes and the Mark of the Mongoose: Petualangan di Buku Kesembilan