/
Selasa, 28 Februari 2023 | 15:31 WIB
Sandiaga Uno dan Erick Thohir masuk dalam bursa bakal cawapres. ([Instagram/@erickthohir])

Sosok yang digadang-gadang publik cocok menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) mulai mengerucut ke ke sejumlah nama. Hal ini berdasarkan hasil survei Indonesia Poling Stations (IPS).

Sosok cawapres yang dianggap layak oleh publik di antaranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Kemudian Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga dianggap layak menjadi bakal cawapres.

Uniknya, publik menilai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut pula layak jadi cawapres meski namanya selalu masuk dalam tiga besar bakal calon presiden (capres).

"Beberapa nama ini jika dipasangkan dengan nama-nama capres papan atas memiliki tingkat keterpilihan yang tinggi," kata peneliti senior IPS Alfin Sugianto, Selasa (28/2/2023).

"Mengenai Ganjar Pranowo, meskipun termasuk salah satu capres papan atas (tiga besar), namun akhir-akhir ini publik menilai juga cocok menjadi cawapres Prabowo di Pilpres 2024 nanti," sambungnya.

Elektabilitas Prabowo Subianto

Sementara itu, berdasar hasil survei IPS, elektabilitas Prabowo Subianto sebagai capres menjadi yang tertinggi dengan 33,1 persen. Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra itu menunjukkan tren makin menguat dalam beberapa bulan terakhir.

"Sementara itu, dari capres tiga besar di atas yang memiliki peluang terbesar untuk memenangkan Pilpres 2024 adalah Prabowo Subianto," tutur Alfin.

Baca Juga: IPS: Hijrah Dukungan Relawan Jokowi dari Ganjar ke Prabowo Tak Terbendung

Alfin menjelaskan, sedangkan tingkat keterpilihan Ganjar Pranowo dan mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpaku di angka sekitar 20 persen.

Berbagai pergerakan yang dilakukan Prabowo, seperti sering terjun ke masyarakat, aktif melakukan komunikasi politik dengan sejumlah tokoh, serta kinerjanya sebagai menteri pertahanan, merupakan sejumlah faktor utama yang menyebabkan elektabilitas Prabowo menguat dan di posisi teratas survei.

Faktor lain yang turut berkontribusi signifikan terhadap menguatkanya elektabilitas Prabowo, lanjut Alfin, ialah dukungan dari Presiden Joko Widodo terhadap Ketua Umum Partai Gerindra tersebut semakin eksplisit.

"Ini pada gilirannya diikuti oleh para pendukung setia Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019 menjatuhkan pilihan pada Prabowo. Dua bulan terakhir, fenomena migrasi para relawan Jokowi yang semula mendukung Ganjar Pranowo dan kini hijrah pilihan ke Prabowo tak bisa dibendung lagi," katanya.. 

IPS melakukan survei tersebut pada 15-24 Februari 2023 di 34 provinsi, dengan populasi survei merupakan warga negara Indonesia yang berusia minimal 17 tahun dan memiliki KTP-el.

Survei tersebut menggunakan 1.200 responden dengan teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat dan batas kesalahan plus minus 2,83 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Load More