Kades Curuggoong Salamunasir menjadi korban dugaan pembunuhan yang dilakukan mantri SH dengan cara suntik mati korbannya, Minggu (12/3/2023) lalu.
Terkini, polisi mengungkap adanya perselingkuhan Kades Curuggoong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten dengan istri tersangka, Bidan NN yang sudah berjalan 8 bulan.
Hal tersebut diungkap Wakapolresta Serang Kota AKBP Hujra Soumena. Lalu benarkah perselingkuhan alias cinta terlarang antara Kades Curuggoong dengan Bidan NN jadi pemicu pembunuhan?
Hujra mengungkap motif perselingkuhan yang terjadi selama 8 bulan antara korban dengan bidan NN menjadi faktor utama mantri SH menyuntikan cairan ke Salamunasir.
Kata dia, terungkapnya motif tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap istri pelaku sebagai saksi.
Dari hasil pengakuan, Bidan NN mengakui dirinya memang telah menjalin hubungan dengan Salamunasir selama 8 bulan terakhir.
Cinta terlarang Kades Curuggoong dan Bidan NN kemudian terendus oleh tersangka mantri SH, tak terima dengan perselingkuhan itu tersangka juga sering mengingatkan istrinya dan korban.
Manti SH meminta keduanya untuk mengakhiri hubungan yang tidak semestinya itu, namun keduanya diam-diam masih menjalin asmara.
“Permasalahan tersebut telah diselesaikan secara musyawarah namun ternyata kejadian kedekatan istri tersangka dengan korban masih berlanjut sampai kejadian penyuntikan itu terjadi,” jelas Wakapolresta Serang Kota dalam keterangannya, Rabu (15/3/2023).
Baca Juga: Pelaku Suntik Mati Kades Curuggoong Tak Dijerat Pembunuhan Berencana
Sementara, peristiwa penyuntikan berujung maut itu terjadi usai pelaku menemukan foto Salamunasir dan istrinya di ponsel sang istri pada Minggu (12/3/2023) sekira pukul 10.00 WIB.
Dalam foto yang dilihat pelaku memperlihatkan Kades Curuggoong dan Bidan NN berpoose berdua.
Setelah melihat foto-foto tersebut pelaku yang diselimuti amarah mempersiapkan suntikan.
Suntikan yang disiapkan pelaku di dalamnya sudah diisi dengan dua zat cairan masing-masing berisi 5 cc sehingga terdapat total 10 cc dalam alat tersebut.
Suntikan yang telah disiapkan pelaku kemudian dibawa ke rumah Salamunasir.
Terkait jenis cairan apa yang menyebabkan korban meninggal dunia, Hujra masih belum bisa mengungkapkannya lantaran cairan tersebut masih dalam pemeriksaan ahli toksinologi.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Foto Perselingkuhan, Pelaku Suntik Mati Kades Curuggoong Karena Istri Dibelikan Ponsel
-
Pelaku Suntik Mati Kades Curuggoong Tak Dijerat Pembunuhan Berencana
-
Sebelum Suntik Mati, Mantri SH Ancam Bunuh Kades Curuggoong 6 Bulan Lalu
-
Cairan Diphenhydramine Tewaskan Kades Curuggoong, Begini Penjelasan Dokter Forensik
-
Ternyata Cairan Ini yang Disuntikan Mantri ke Kades Curuggoong Hingga Meninggal Dunia
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Beckham Putra Tunda Mudik Demi Timnas Indonesia, Siap Jawab Kepercayaan John Herdman
-
Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat
-
Mengenal Staf Kepelatihan John Herdman: Dari Eks Asisten Kluivert hingga Talenta Lokal
-
Lompat di Tengah Suapan Nasi: Kisah Haru ASN Bogor Gugur Selamatkan Bocah di Pantai Padabumi
-
Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran
-
Bukan Hoaks! Inilah Sosok 'Monster Laut' Tertangkap Kamera di Makassar
-
Drakor Memasak Final Table Umumkan Jajaran Pemain, Siap Tayang Paruh Kedua
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss
-
Renungan Jujur Pasca Lebaran: Euforia Usai, Makna Apa yang Tertinggal?
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?